• Sabtu, 18 April 2026

Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia 2025 Saat Kekayaan Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Senin, 29 Desember 2025 | 12:20 WIB
Elon Musk kembali memimpin daftar orang terkaya dunia 2025 dengan kekayaan sekitar 749 miliar Dolar AS menurut Forbes dan Bloomberg.   (Instagram.com @elon_ofical)
Elon Musk kembali memimpin daftar orang terkaya dunia 2025 dengan kekayaan sekitar 749 miliar Dolar AS menurut Forbes dan Bloomberg. (Instagram.com @elon_ofical)

Jeff Bezos dan Mark Zuckerberg mencatatkan kenaikan stabil berkat kinerja e-commerce, AI, dan metaverse.

Baca Juga: Danantara di Panggung Global, 5 Alasan Press Release Internasional Jadi Kunci Kepercayaan Investor

Putusan Hukum Tesla dan Dampak Pasar Modal

Kemenangan Elon Musk di Pengadilan Tinggi Delaware mengembalikan paket kompensasi Tesla senilai puluhan miliar Dolar AS.

Tesla Inc. melalui situs resminya menyatakan keputusan tersebut memperkuat kesinambungan kepemimpinan dan strategi jangka panjang korporasi.

Bloomberg Intelligence menilai putusan ini memberi sinyal kepastian hukum bagi eksekutif korporasi teknologi global.

Baca Juga: Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya

Pasar merespons positif dengan penguatan saham Tesla dan peningkatan minat investor institusional.

Valuasi SpaceX dan Arah Baru Industri Antariksa

SpaceX disebut semakin dekat menuju penawaran saham perdana dengan valuasi sekitar 800 miliar Dolar AS.

Dalam pernyataan resmi, Presiden SpaceX Gwynne Shotwell menyatakan fokus korporasi tetap pada misi komersial dan eksplorasi berkelanjutan.

Baca Juga: Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar

Analis Morgan Stanley menilai SpaceX sebagai tulang punggung ekonomi antariksa global dekade mendatang.

Lonjakan valuasi tersebut secara signifikan mengerek total kekayaan pribadi Elon Musk.

Implikasi Global dan Ketimpangan Ekonomi

Ekonom Universitas Columbia, Joseph Stiglitz, menyatakan konsentrasi kekayaan ekstrem mencerminkan tantangan baru tata kelola kapitalisme global.

Baca Juga: Jejak Digital 15 Tahun Lalu: Kronologi Cuitan Ridwan Kamil yang Kembali Ramai di Media Sosial

Ia menilai inovasi harus diimbangi kebijakan redistributif agar pertumbuhan tetap inklusif.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X