MINING24JAM.COM - Mengapa isu kepemilikan kebun sawit Presiden kembali beredar luas meski berulang kali dibantah secara resmi oleh sumber kredibel negara?
Apakah maraknya disinformasi ini mencerminkan perlawanan terhadap kebijakan penertiban lahan ilegal yang berdampak langsung pada kepentingan ekonomi besar?
Isu kepemilikan ratusan ribu hektare kebun sawit oleh Presiden Prabowo Subianto kembali ramai diperbincangkan pada akhir Desember 2025.
Baca Juga: 7 Korporasi, 1 DAS Kritis, dan Dana Asing di Balik Bencana Batang Toru Pendanaan Tiongkok dan Krisis
Isu tersebut dibantah langsung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo.
Klarifikasi Resmi dan Transparansi Aset Presiden
Hashim menegaskan Presiden Prabowo tidak memiliki lahan sawit di Sumatera maupun wilayah lain di Indonesia.
Ia menyebut informasi tersebut bertentangan dengan data resmi negara.
Baca Juga: Data WALHI: Perbankan Tiongkok Dominasi Pembiayaan Proyek Perusak Ekosistem Sumatera
LHKPN Presiden Prabowo dapat diakses publik sebagai bentuk transparansi.
Komisi Pemberantasan Korupsi memastikan laporan kekayaan Presiden telah diverifikasi sesuai ketentuan hukum.
Tidak ditemukan kepemilikan lahan perkebunan sawit atas nama Presiden.
Baca Juga: Tambang Blackwater Jadi Andalan, Anak Usaha BUMA Raih Kontrak Jangka Panjang Rp8,22 Triliun
Hoaks Politik dan Kepentingan Ekonomi yang Terganggu
Hashim menilai hoaks ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari serangan terorganisasi.
Ia menyebut kelompok perkebunan dan tambang ilegal sebagai pihak yang dirugikan kebijakan negara.
Artikel Terkait
Penanganan Bencana Sumatera: Danantara dan BP BUMN Siapkan 1.066 Relawan, 109 Truk Logistik
BUMN Peduli Bencana, 1.066 Relawan dan 109 Armada Diterjunkan Saat Hari Bela Negara
Skandal Fintech Rp 2,7 Triliun: OJK Buka Fakta Baru Terkait Kasus Mantan CEO Investree Adrian Gunadi
Pemangkasan RKAB 2026: Produksi Nikel Turun ke 250 Juta Ton, Batu Bara di Bawah 700 Juta Ton
Lelang Sah Tapi Aset Tak Bisa Diambil, Dugaan Manipulasi MFO Korporasi Negara Menguat
RUPSLB Bank Mandiri 2025: Pengalaman 3 Dekade Jadi Modal Zulkifli Zaini Awasi Tata Kelola
Bencana Beruntun di Sumatera, ANTAM Kerahkan Tim Tanggap Darurat dan Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar
Viral Bukaan Lahan Gunung Slamet, ESDM Pastikan Nol Aktivitas Tambang dan Ungkap Fakta Terbaru
Anak Usaha BUMA Perpanjang Kontrak Tambang Batu Bara Rp8,22 Triliun Hingga 2030 di Australia
10.000 Hektare Hutan Hilang, Aliran Modal Global Perbankan Tiongkok Disorot di Sumatera Utara