MINING 24 JAM - Bagaimana sebuah media bisa menjadi musuh pemerintah di dua rezim berbeda sekaligus?
Mengapa Indonesia Raya tetap memilih jalur kritik meski berisiko kehilangan izin terbit dan kebebasan wartawannya?
Lahir dari Masa Transisi Politik Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan Nasional
Indonesia Raya lahir dalam masa transisi politik Indonesia setelah pengakuan kedaulatan yang menjadi periode penting pembentukan demokrasi dan kebebasan informasi nasional.
Baca Juga: Mentan Pastikan Cadangan Beras 28 Juta Ton, Ketahanan Pangan Semakin Kuat Jelang Lebaran 2026
Surat kabar ini berdiri di Jakarta pada Jumat (29/12/1949) dengan Hiswara Darmaputera sebagai Pemimpin Redaksi pertama sebelum digantikan Mochtar Lubis pada Agustus 1950.
Sejak awal, fokus pemberitaan didominasi isu politik sebelum berkembang ke ekonomi, sosial, serta budaya sebagai bagian dari strategi memperluas pembaca.
Konflik Internal Pemegang Saham Pernah Menghentikan Operasional Media Ini
Penutupan pertama Indonesia Raya terjadi akibat konflik internal antara tiga pemegang saham utama terkait arah editorial perusahaan media tersebut.
Baca Juga: Cadangan Pangan Melimpah Hingga 11 Bulan, Pemerintah Siap Hadapi Lonjakan Konsumsi Idulfitri 2026
Mochtar Lubis memilih sikap kritis terhadap pemerintah, sementara dua pemegang saham lain menginginkan pendekatan netral terhadap kekuasaan.
Versi baru Indonesia Raya yang terbit Oktober 1958 hanya bertahan kurang dari tiga bulan karena kehilangan pelanggan setia redaksi sebelumnya.
Peristiwa Malari 1974 Menjadi Akhir Perjalanan Indonesia Raya Kedua
Indonesia Raya kembali terbit pada 1968 setelah keluarnya Mochtar Lubis dari tahanan dan tercapainya rekonsiliasi internal manajemen.
Penutupan kedua terjadi setelah demonstrasi mahasiswa terkait kunjungan Perdana Menteri Jepang yang berujung Peristiwa Malari pada Januari 1974.
Pemerintah kemudian mencabut Surat Izin Cetak pada Selasa (21/01/1974) dan Surat Izin Terbit pada Kamis (23/01/1974).
Artikel Terkait
Ketegangan Timur Tengah Dorong Filipina Cari Alternatif BBM Lebih Murah Meski Risiko Lingkungan Meningkat
Antusiasme Warga di Open House Prabowo Ungkap Kedekatan Presiden dan Rakyat dalam Tradisi Lebaran
Isu Tambang Emas Tumpang Pitu Menguat, Pegiat Anti Korupsi Soroti Dugaan Pengaburan Fakta Penyelidikan KPK
Pajak Naik Tajam Awal 2026, Kebijakan Likuiditas Jadi Kunci Pertumbuhan Penerimaan Negara Tahun Ini
Ketergantungan Utang Luar Negeri Tinggi, Stabilitas Rupiah Disebut Masih Rentan Tekanan Pasar Global
Dugaan Korupsi Kuota Haji Libatkan Yaqut Cholil Qoumas, Publik Pertanyakan Konsistensi Penahanan KPK
DPR Ingatkan Bahaya Pajak Ganda Terhadap Stabilitas Sosial dan Kepercayaan Publik Terhadap Negara
4 Hari Tahanan Rumah Yaqut Cholil Qoumas Jadi Perbincangan Publik di Tengah Kasus Korupsi Kuota Haji
Dampak Penundaan Serangan Amerika Serikat ke Iran Terhadap Ekonomi Global dan Harga Minyak Dunia
Krisis Avtur Vietnam Picu Penyesuaian Operasional Maskapai, Ini Dampaknya Terhadap Ekonomi