MINING 24 JAM - Jika harga minyak melonjak ke level ekstrem, apakah dampaknya hanya terasa di pasar energi global?
Atau justru akan langsung memukul biaya hidup, harga pangan, dan stabilitas ekonomi masyarakat produktif dunia?
Peringatan CEO Larry Fink dari korporasi investasi global BlackRock mengenai potensi harga minyak 150 Dolar AS memicu perhatian pelaku pasar.
Ia menilai lonjakan biaya energi berpotensi menciptakan efek domino terhadap sektor transportasi, manufaktur, hingga konsumsi rumah tangga global.
Lonjakan Harga Minyak Bisa Picu Kenaikan Biaya Hidup Global
Larry Fink menyebut harga minyak yang tinggi akan meningkatkan biaya logistik dan transportasi yang akhirnya mendorong kenaikan harga barang konsumsi.
Kenaikan biaya distribusi dinilai dapat memicu inflasi pangan global karena rantai pasok sangat bergantung pada energi fosil.
Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Kondisi ini dinilai paling terasa bagi kelompok usia produktif yang memiliki pengeluaran rutin tinggi dan sensitif terhadap inflasi.
Industri Manufaktur Hadapi Tekanan Biaya Produksi dan Margin Usaha
Harga energi yang mahal berpotensi meningkatkan biaya bahan baku dan operasional industri menurut analisis Fink.
Kenaikan biaya produksi dapat menekan margin keuntungan korporasi sehingga berpotensi menahan ekspansi bisnis dan perekrutan tenaga kerja.
Risiko tersebut dapat memperlambat pertumbuhan sektor industri yang menjadi penggerak utama ekonomi global.
Konsumsi Rumah Tangga Terancam Turun Akibat Pendapatan Riil Tertekan
Larry Fink menilai lonjakan harga energi akan menurunkan pendapatan riil masyarakat karena pengeluaran rutin meningkat.
Artikel Terkait
Harga Kebutuhan Pokok Stabil Saat Ramadan 2026, Ini Strategi Menjaga Stok Pangan Nasional Tetap Aman
Strategi Prabowo Bangun SDM dan Ekonomi Desa Lewat Program Pendidikan, Pangan, dan Energi Terpadu
Kapal Tanker Indonesia Menunggu Izin Iran, Ini Dampaknya Terhadap Rantai Pasok Energi Nasional Tahun Ini
Tiongkok Prioritaskan Keamanan Energi Dibanding Harga dalam Kebijakan Impor Gas Nasional Strategis
Ketahanan Energi Diuji, Saat Peluang Impor Minyak Rusia dan Iran Terganjal Kebijakan Amerika Serikat
Krisis Selat Hormuz Ancam Distribusi Energi Indonesia, 2 Tanker Pertamina Masih Tunggu Jalur Aman
Kerja Sama Gas Strategis dengan Rusia, Langkah Tiongkok Kurangi Ketergantungan Energi Timur Tengah
Indonesia Desak Investigasi Transparan Terkait Serangan ke UNIFIL yang Tewaskan Prajurit Kontingen Garuda
KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha
Target Tiba Oktober 2026 Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Misi Kemanusiaan dan Komando Operasi Regional