MINING 24 JAM - Apakah Selat Hormuz benar-benar kembali aman dilalui kapal tanker minyak dunia setelah berminggu-minggu ketegangan geopolitik meningkat?
Mungkinkah pelonggaran Iran terhadap Irak menjadi sinyal awal pulihnya rantai pasok energi global yang sempat terguncang tajam?
Pelonggaran Iran Jadi Sinyal Awal Normalisasi Jalur Energi Global Strategis
Keputusan Iran memberikan pengecualian navigasi kepada Irak di Selat Hormuz menjadi perkembangan penting bagi stabilitas pasokan minyak global.
Baca Juga: Kasus Mafia BBM Subsidi Terbongkar, Ini Modus Baru Penyalahgunaan Energi yang Rugikan Anggaran
Kebijakan ini berpotensi mengembalikan sekitar 3 juta barel minyak per hari ke pasar internasional setelah ekspor Irak sempat terhambat akibat ketegangan kawasan sejak akhir Februari.
Langkah tersebut juga berdampak pada psikologi pasar energi global yang selama lima minggu menghadapi gangguan logistik dan lonjakan risiko distribusi energi.
Dampak Gangguan Selat Hormuz Terhadap Ekonomi Irak dan Pasar Dunia
Sebelum gangguan terjadi, Irak merupakan produsen minyak terbesar keenam dunia serta produsen terbesar kedua dalam aliansi OPEC dengan kontribusi sekitar 4 persen pasokan global.
Ekspor minyak Irak pada Maret turun 97 persen menjadi sekitar 99.000 barel per hari dari sebelumnya 3,4 juta barel per hari.
Penurunan tersebut memaksa produksi minyak Irak turun dari 4,3 juta barel menjadi 1,2 juta barel per hari akibat keterbatasan kapasitas penyimpanan domestik.
Kapal Tanker Mulai Melintas Namun Risiko Pengiriman Masih Tinggi
Data pelayaran menunjukkan sebanyak 53 kapal melintasi Selat Hormuz pekan lalu dibandingkan 36 kapal pada pekan sebelumnya sebagai tanda awal pemulihan aktivitas.
Baca Juga: Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah
Meski demikian, volume lalu lintas masih sekitar 90 persen lebih rendah dibandingkan kondisi normal sebelum ketegangan regional meningkat menurut data industri pelayaran global.
Perusahaan asuransi dan operator kapal disebut masih berhati-hati dalam menentukan risiko operasional sebelum mengizinkan kapal tanker super kembali melintasi jalur tersebut.
Artikel Terkait
Adchit Al Qusayr, Desa Perbatasan Lebanon Selatan yang Penting dengan Nilai Sejarah dan Geopolitik Strategis
Kapan Harga BBM Naik Lagi Ini Analisis Tekanan Minyak Dunia Rupiah Dan Subsidi Energi Nasional
Tiga Prajurit Penjaga Perdamaian Indonesia Gugur, Negara Beri Penghormatan Terakhir dan Medali Anumerta
Selat Hormuz Memanas, Bagaimana Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia dan Strategi Investasi Global
Mengapa Tiongkok Tetap Aman dari Krisis Energi Selat Hormuz Saat Barat Hadapi Risiko Pasar Global
Tragedi UNIFIL Lebanon, Pemerintah Tuntut Investigasi dan Penguatan Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik
Penerimaan Pajak Tumbuh Dua Digit Awal 2026, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Stabil
Program Pemulihan Mangrove Dimulai, Penertiban Sawit Ilegal Jadi Fokus Perlindungan Kawasan Hutan Pesisir
Menteng Kleb Soroti Arah Kebijakan Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Geopolitik dan Ketidakpastian Global
Cadangan Devisa Bertambah Tapi Rupiah Melemah, Ini Tantangan Ekonomi Jangka Menengah dan Panjang