MINING 24JAM - Apakah dunia sedang menyaksikan lahirnya era baru akumulasi kekayaan ekstrem di tangan segelintir individu teknologi global?
Sejauh mana lonjakan kekayaan Elon Musk dan para bos korporasi teknologi mencerminkan arah ekonomi dunia pada 2025?
Elon Musk kembali memperkokoh posisinya sebagai orang terkaya di dunia hingga akhir Desember 2025, menurut pembaruan data Forbes dan Bloomberg Billionaires Index.
Baca Juga: Indonesia Catat 1,6 Miliar Dolar AS Investasi Halal 2025, Posisi Global Ketiga Terkuat
Kekayaannya melonjak drastis setelah kemenangan banding hukum terkait paket kompensasi Tesla dan kenaikan valuasi SpaceX.
Rekor Baru Kekayaan Individu Dalam Sejarah Global
Kekayaan Elon Musk tercatat mencapai sekitar 749 miliar Dolar AS, menjadikannya manusia pertama yang melampaui ambang 600 dan 700 miliar Dolar AS.
Lonjakan tersebut dipicu oleh pemulihan penuh paket kompensasi Tesla dan penilaian pasar SpaceX mendekati 800 miliar Dolar AS.
Baca Juga: CBA Tekankan Pentingnya Panggil Komisaris United Tractors dalam Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM
Forbes menyebut Musk sebagai figur sentral dalam transformasi ekonomi berbasis teknologi tinggi sepanjang 2025.
Bloomberg mencatat lonjakan valuasi SpaceX menjadi salah satu kontributor terbesar pertumbuhan kekayaan individu global tahun ini.
Dominasi Korporasi Teknologi dalam Daftar Elit Global
Sembilan dari sepuluh orang terkaya dunia berasal dari sektor teknologi dan inovasi digital berbasis kecerdasan buatan.
Baca Juga: Banjir Sumatera Dalam Angka, Akademisi Ungkap Kegagalan Terkait Tata Ruang dan Agraria
Larry Page dan Sergey Brin dari Alphabet menempati jajaran atas seiring penguatan saham korporasi pasca peluncuran model Artificial Intelligent (AI) generasi terbaru.
Larry Ellison mempertahankan posisi tiga besar meskipun saham teknologi global sempat berfluktuasi sepanjang semester kedua 2025.
Artikel Terkait
Transaksi Kripto Melejit, Otoritas Jasa Keuangan Rilis Daftar 30 Pedagang Berizi
Anak Usaha BUMA Perpanjang Kontrak Tambang Batu Bara Rp8,22 Triliun Hingga 2030 di Australia
10.000 Hektare Hutan Hilang, Aliran Modal Global Perbankan Tiongkok Disorot di Sumatera Utara
Hoaks Sawit Presiden Mencuat, Hashim Tegaskan Prabowo Subianto Tidak Miliki Sehektare Pun
Kejar Target Lifting, ESDM Tawarkan 8 Blok Migas Baru Dengan Potensi Miliaran Barel
Dari Amazon Hingga Skotlandia, Miliarder Global Investasikan Lahan Hijau Bernilai Dolar AS 50 Miliar
Aparat Gabungan Tertibkan Tambang Ilegal di TN Kutai, 7 Ekskavator Diamankan
Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Tarif 1–5 Persen Bidik Tambahan Rp20 Triliun Penerimaan Negara
KPK Hentikan Kasus Tambang Nikel Konawe Utara, Dugaan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun Kini Tanpa Kepastian
Banjir Sumatera Terjadi Hampir Tiap Tahun, Ini Analisis Prof Didik J Rachbini Soal Tata Kelola Tanah