MINING 24JAM - Bagaimana pemerintah memastikan harga gabah petani tetap menguntungkan tanpa bergantung pada impor beras?
Di saat banyak negara menghadapi tekanan pangan global, Indonesia justru mengklaim stabilitas stok dan harga dari produksi domestik.
Pemerintah Naikkan Target Serapan Demi Lindungi Petani Nasional
Pemerintah menaikkan target penyerapan setara beras nasional menjadi 4 juta ton pada 2026.
Baca Juga: Isu Kehilangan Dana Ramai, INDODAX Tegaskan Sistem Aman Dan Ungkap Faktor Eksternal Akses Ilegal
Kebijakan ini ditujukan untuk memperkuat perlindungan petani sekaligus menjaga stabilitas harga pangan nasional.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan ini berpihak langsung kepada petani.
Ia menegaskan keberhasilan serapan 2025 menjadi dasar optimisme target tahun depan.
Baca Juga: Polda NTB Ungkap Tambang Emas Ilegal Sekotong, Alat Berat dan Bahan Kimia Jadi Bukti Kunci
"Tahun ini kita serap 3,435 juta ton tanpa impor,” ujar Andi Amran Sulaiman.
Harga Gabah Stabil Berkat Penyerapan Aktif Bulog
Menurut data pemerintah, harga gabah di tingkat petani kini mencapai Rp6.500 per kilogram.
Angka tersebut dinilai mencerminkan keberhasilan intervensi pasar oleh Perum Bulog.
Baca Juga: Bunga Utang APBN 2025 Tembus Rp500 Triliun, Indef Peringatkan Tekanan Serius Ruang Fiskal
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan Bulog menjadi instrumen utama stabilisasi harga.
Ia menyebut penyerapan gabah oleh Bulog memberikan kepastian pasar bagi petani.