Langkah tersebut bertujuan mempercepat distribusi dan mempermudah akses petani terhadap pupuk subsidi.
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) menilai deregulasi memperbaiki tata kelola pangan nasional.
Baca Juga: Sawit Dinilai Tak Cocok Di Jawa Barat, KDM Soroti 1.200 Kasus Banjir Dan Longsor Sepanjang 2024
Efisiensi distribusi pupuk berpengaruh langsung pada produktivitas petani.
Ekspor dan Jagung Perkuat Pendapatan Sektor Pertanian
Nilai ekspor sektor pertanian meningkat 38,25 persen sepanjang Januari–Agustus 2025 berdasarkan BPS.
Produksi jagung nasional mencapai 16,55 juta ton dan mendukung swasembada pakan ternak.
Baca Juga: Target Serap Beras 4 Juta Ton 2026, Stok Nasional Disebut yang Tertinggi Sejak Kemerdekaan
Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi, menyebut diversifikasi komoditas memperluas sumber pendapatan petani.
“Jagung dan hortikultura menjadi penopang tambahan kesejahteraan petani,” ujarnya dalam rilis resmi.
Menatap 2026 dengan Data dan Evaluasi Kebijakan
Surplus beras nasional mencapai 3,33 juta ton pada semester I 2025 tanpa impor konsumsi.
Baca Juga: 1.000 Hektare Lahan Rusak Akibat Tambang Emas Ilegal Sekotong, Polisi Bidik Pelaku Lintas Negara
FAO dan USDA mencatat Indonesia sebagai negara dengan peningkatan produksi beras signifikan di Asia.
Konsistensi kebijakan, evaluasi data, dan keberpihakan pada petani menjadi kunci menjaga capaian 2026.****
Artikel Terkait
Di Usia 71 Tahun, Romo Mudji Sutrisno Wafat, Dunia Akademik dan Budaya Berduka
20 Orang Terkaya Asia 2025: Dominasi India dan Tiongkok, Indonesia Diwakili Prajogo Pangestu
Indef: Bunga Utang Rp500 Triliun Jadi Ancaman Keberlanjutan Fiskal Jangka Menengah
3 Fakta Tambang Emas Ilegal Sekotong: WNA Tiongkok Kabur, 1.000 Hektare Rusak, Interpol Dilibatkan
Kasus Dana Diduga Hilang, INDODAX Sebut Phishing Dan Malware Jadi Ancaman Utama Akun Kripto
Serapan Beras Domestik Lampaui Target, Pemerintah Klaim Stok Pangan Sangat Aman
8 Negara Dominasi Tambang Dunia 2025, Siapa Paling Berpengaruh Secara Ekonomi
Demutualisasi BEI 2026: 5 Alasan Pemerintah Optimistis Pasar Modal Lebih Kompetitif
Ekonomi Indonesia 2026 di Persimpangan: Stabilitas Makro Atau Akselerasi Pertumbuhan
Dialog Bahlil dengan Pengamat, Semeru Catat 4 Gempa Per Jam dan Lewotobi Masih Siaga Level III