MINANG 24 JAM - Apakah rekor produksi pangan nasional benar-benar dirasakan petani hingga ke sawah dan ladang mereka?
Sejauh mana kebijakan harga, pupuk, dan deregulasi mampu mengubah wajah kesejahteraan petani Indonesia pada 2026?
Produksi dan Harga Memberi Kepastian Pendapatan Petani
Produksi beras nasional 2025 tercatat 34,77 juta ton berdasarkan data resmi BPS.
Pemerintah menetapkan harga gabah kering panen sebesar Rp6.500 per kilogram sejak Januari 2025.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan kebijakan harga bertujuan menjaga kepastian usaha tani.
“Petani harus mendapat harga layak agar produksi berkelanjutan,” ujar Amran di situs resmi.
Baca Juga: Jejak Wirastuty Fangiono, Dari Korporasi Sawit Hingga Masuk Daftar Orang Terkaya Forbes
Nilai Tukar Petani dan Biaya Produksi Mengalami Perbaikan
Nilai Tukar Petani mencapai 124,36 pada September 2025 menurut BPS.
Angka tersebut mencerminkan peningkatan daya beli petani dibandingkan biaya produksi dan konsumsi.
Penurunan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen mulai Oktober 2025 menekan biaya usaha tani.
Baca Juga: 127 Gunung Api Aktif Indonesia, Bahlil Lahadalia Soroti Peran Pengamat Saat Semeru Meningkat
Kebijakan ini ditetapkan melalui Keputusan Menteri Pertanian Nomor 1117 Tahun 2025.
Deregulasi Pupuk Percepat Akses Dan Distribusi
Pemerintah memangkas 145 regulasi pupuk melalui Perpres Nomor 6 Tahun 2025.
Artikel Terkait
Di Usia 71 Tahun, Romo Mudji Sutrisno Wafat, Dunia Akademik dan Budaya Berduka
20 Orang Terkaya Asia 2025: Dominasi India dan Tiongkok, Indonesia Diwakili Prajogo Pangestu
Indef: Bunga Utang Rp500 Triliun Jadi Ancaman Keberlanjutan Fiskal Jangka Menengah
3 Fakta Tambang Emas Ilegal Sekotong: WNA Tiongkok Kabur, 1.000 Hektare Rusak, Interpol Dilibatkan
Kasus Dana Diduga Hilang, INDODAX Sebut Phishing Dan Malware Jadi Ancaman Utama Akun Kripto
Serapan Beras Domestik Lampaui Target, Pemerintah Klaim Stok Pangan Sangat Aman
8 Negara Dominasi Tambang Dunia 2025, Siapa Paling Berpengaruh Secara Ekonomi
Demutualisasi BEI 2026: 5 Alasan Pemerintah Optimistis Pasar Modal Lebih Kompetitif
Ekonomi Indonesia 2026 di Persimpangan: Stabilitas Makro Atau Akselerasi Pertumbuhan
Dialog Bahlil dengan Pengamat, Semeru Catat 4 Gempa Per Jam dan Lewotobi Masih Siaga Level III