• Sabtu, 18 April 2026

Diplomasi Kuda Api di Imlek Festival 2577 Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia - Tiongkok

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Jumat, 27 Februari 2026 | 18:50 WIB
Kemeriahan Imlek Festival Nusantara menghadirkan kolaborasi budaya sebagai strategi diplomasi kreatif Indonesia memperkuat hubungan bilateral Tiongkok. (Dok. Panitia Imlek Festival 2577)
Kemeriahan Imlek Festival Nusantara menghadirkan kolaborasi budaya sebagai strategi diplomasi kreatif Indonesia memperkuat hubungan bilateral Tiongkok. (Dok. Panitia Imlek Festival 2577)

MINING 24 JAM - Apakah pertukaran maskot Kuda Api hanya simbol perayaan Imlek atau strategi diplomasi kreatif yang lebih besar?

Mungkinkah festival budaya menjadi alat efektif memperkuat hubungan Indonesia–Tiongkok di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global?

Diplomasi Budaya Indonesia - Tiongkok Menguat Lewat Simbol Kuda Api Imlek

Perayaan Imlek Festival 2577 di Jakarta menjadi momentum diplomasi budaya Indonesia–Tiongkok melalui pertukaran maskot Kuda Api yang menegaskan kolaborasi kreatif kedua negara.

Baca Juga: Indonesia Targetkan 15.000 Insinyur Chip Nasional, Strategi Jadi Pemain Industri Semikonduktor Global

Prosesi simbolik dilakukan Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif dan Ketua Umum Panitia Imlek Nasional 2577, Irene Umar, bersama Konselor Kebudayaan Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Wang Siping.

Irene Umar menyatakan bahwa pertukaran maskot Kuda Api bukan sekadar tradisi, melainkan simbol persahabatan lintas bangsa yang memperkuat hubungan people to people serta kerja sama kreatif berkelanjutan.

Menurut Irene Umar, Tahun Kuda Api melambangkan keberanian, optimisme, dan daya juang yang relevan dengan arah diplomasi kreatif Indonesia dalam memperluas jejaring global berbasis budaya.

Baca Juga: Normalisasi Produksi Pasca Lonjakan Permintaan, Tidak Ada PHK Pekerja Tetap Mie Sedaap Gresik

Perayaan berlangsung Kamis (26/2/2026) dengan tema Harmoni Imlek Nusantara yang menonjolkan keberagaman budaya Indonesia sebagai identitas diplomasi modern di kawasan Asia.

Imlek Nusantara Menjadi Ruang Harmoni Budaya dan Persahabatan Bangsa

Irene Umar menegaskan bahwa Imlek di ruang publik menunjukkan kemampuan Indonesia merawat keberagaman sekaligus membangun kerja sama lintas sektor kreatif internasional.

Ia menyebut perayaan Imlek tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga ruang dialog sosial yang mempertemukan masyarakat Indonesia dan komunitas Tiongkok dalam suasana inklusif.

Baca Juga: Debat Impor Pikap India Berlanjut Saat Kendaraan Mulai Digunakan Kopdes dalam Distribusi Ekonomi

Wang Siping mengapresiasi penyelenggaraan Imlek Festival 2577 yang menurutnya menghadirkan suasana kebersamaan serupa dengan perayaan Imlek di Tiongkok.

Menurut Wang Siping, filosofi harmoni dalam tradisi Imlek mencerminkan nilai universal menjaga kebaikan antarindividu dan memperkuat hubungan antarbangsa secara berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X