• Sabtu, 18 April 2026

Ormat dari Israel, Jepang, hingga Amerika, Kepemilikan Global Mengubah Arah Industri Energi Panas Bumi

Photo Author
Budi Purnomo, Mining 24 Jam
- Kamis, 26 Februari 2026 | 15:22 WIB
Ahli geothermal, Riki Ibrahjm. Proyek geothermal Indonesia bersama korporasi Ormat menjadi contoh nyata bagaimana investasi global dan inovasi teknologi mendukung ketahanan energi nasional berkelanjutan. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ahli geothermal, Riki Ibrahjm. Proyek geothermal Indonesia bersama korporasi Ormat menjadi contoh nyata bagaimana investasi global dan inovasi teknologi mendukung ketahanan energi nasional berkelanjutan. (Dok. Kreasi Dola AI)

MINING 24 JAM - Apakah Indonesia bisa mencapai kemandirian energi tanpa kolaborasi teknologi internasional?

Mengapa proyek geothermal justru memperlihatkan bahwa kerja sama global menjadi kunci masa depan energi nasional?

Ketika geopolitik memanas, apakah sektor energi terbarukan mampu tetap berjalan profesional dan bebas dari konflik identitas negara?

Baca Juga: Tambang Emas Aceh, Dari Sungai Kerajaan Hingga Tantangan Tata Kelola Tambang Indonesia Modern

Indonesia Mempercepat Transisi Energi Melalui Investasi Panas Bumi Global

Pemerintah Indonesia resmi menunjuk Ormat mengelola WKP Telaga Ranu di Halmahera Barat berkapasitas 40 MW sebagai bagian strategi percepatan energi bersih nasional.

Keputusan Menteri ESDM Nomor 8.K/EK.04/MEM.E/2026 menjadi langkah konkret pemerintah dalam mencapai target net zero emission 2060 melalui pengembangan geothermal.

Riki Ibrahim, dosen senior Magister Energi Terbarukan Universitas Darma Persada, menyebut investasi tersebut memperlihatkan meningkatnya kepercayaan global terhadap potensi panas bumi Indonesia.

Baca Juga: Pertamina Siaga Ramadan dan Idulfitri 2026, Pasokan Energi Dipastikan Aman untuk Pemudik

Ia menilai peningkatan investasi Ormat mencerminkan industri geothermal dunia semakin inovatif sekaligus kompetitif dalam menyediakan listrik rendah emisi karbon.

Kebijakan ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengembangan energi panas bumi terbesar di dunia.

Transformasi Ormat, Dari Startup Teknologi Menjadi Korporasi Energi Dunia

Ormat bermula sebagai startup teknologi Israel pada 1965 ketika Lucien dan Yehudit Bronicki mengembangkan teknologi ORC untuk pembangkit energi efisiensi tinggi.

Baca Juga: Presiden Prabowo Disambut Putra Mahkota Yordania dan Jet Tempur F16, Diplomasi Indonesia Makin Aktif

Teknologi tersebut kemudian berkembang menjadi standar industri panas bumi internasional dan digunakan pada berbagai proyek energi terbarukan lintas benua.

Pada 2004, Ormat Technologies menjadi korporasi publik di New York Stock Exchange sehingga kepemilikannya menyebar kepada investor global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X