MINING 24 JAM - Mengapa Presiden Prabowo Subianto begitu intens melakukan kunjungan luar negeri di tengah ketidakpastian global saat ini?
Benarkah perjalanan tersebut terkait langsung dengan upaya menjaga ketahanan energi nasional dan stabilitas ekonomi Indonesia ke depan?
Diplomasi Energi Jadi Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional Indonesia
Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan kunjungan luar negeri yang dilakukannya bertujuan mengamankan pasokan minyak nasional di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Baca Juga: Komitmen Prabowo Jaga Utang Negara Jadi Sinyal Positif Investor Dan Pelaku Usaha Nasional Tahun 2026
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam taklimat bersama jajaran Kabinet Merah Putih di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 08/04/2026.
Menurut Presiden, langkah diplomasi energi menjadi bagian penting strategi pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi nasional tetap aman dalam jangka panjang.
“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri, senang jalan-jalan ke luar negeri, saudara-saudara, untuk amankan minyak saya harus ke mana-mana,” kata Prabowo.
Baca Juga: Cadangan Energi Diperkuat Tambahan Kapal LPG, Pemerintah Optimistis Pasokan Aman Untuk Kebutuhan
Ia menjelaskan pemerintah harus aktif membangun komunikasi dengan negara produsen energi demi menjaga ketahanan ekonomi Indonesia dari potensi krisis global.
Kunjungan Jepang dan Korea Perkuat Kerja Sama Energi Strategis Asia
Presiden Prabowo sebelumnya melakukan kunjungan kerja ke Jepang pada 29–31 Maret 2026 sebagai bagian penguatan kerja sama ekonomi dan energi.
Agenda tersebut dilanjutkan dengan kunjungan ke Republik Korea pada 31 Maret hingga 1 April 2026 untuk memperluas peluang kolaborasi sektor strategis.
Pemerintah menilai hubungan ekonomi dengan negara industri Asia penting untuk menjaga kesinambungan pasokan energi serta investasi sektor hilirisasi nasional.
Langkah tersebut sejalan dengan pemberitaan berbagai media arus utama yang menyoroti meningkatnya kompetisi global dalam pengamanan sumber energi.
Artikel Terkait
Cadangan Devisa Bertambah Tapi Rupiah Melemah, Ini Tantangan Ekonomi Jangka Menengah dan Panjang
Polri Bongkar Modus Mafia BBM Subsidi Dan LPG Ilegal yang Rugikan Negara dan Masyarakat Kecil
Terungkap Cara Jaringan Mafia BBM Subsidi Bermain dari SPBU Hingga Gudang Penimbunan Energi
Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Berpotensi Pulih Hingga 3 Juta Barel Per Hari
Selat Hormuz Mulai Normal, Kapal Minyak Kembali Melintas, Apakah Harga Energi Global Akan Stabil Kembali
Langkah Pemerintah Satukan BUMN Logistik, Upaya Perkuat Struktur Industri dan Efisiensi Distribusi Barang
Perang Iran dan Israel Menguji Ketahanan Pasar Energi Global, Ini Dampak yang Harus Diantisipasi Investor
BGN Tegaskan Informasi Viral Motor Listrik Puluhan Ribu Unit Tidak Benar, Ini Fakta Pengadaan Sebenarnya
Biodiesel B50 Mulai Juli 2026, Pemerintah Targetkan Penghematan Subsidi Energi Rp48 Triliun Setiap Tahun
Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global