MINING 24 JAM - Apakah konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat akan memicu lonjakan harga energi global yang berdampak pada ekonomi Indonesia?
Seberapa besar risiko gangguan Selat Hormuz terhadap pasokan minyak dunia dan stabilitas pasar keuangan dalam beberapa bulan ke depan?
Dampak Konflik Timur Tengah Terhadap Stabilitas Pasar Energi Global
Konflik geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah eskalasi ketegangan Iran dengan Israel dan Amerika Serikat meningkatkan risiko gangguan pasokan energi global.
Baca Juga: Program MBG Didukung Motor Listrik, Ini Peran Kendaraan Operasional dalam Program Gizi Pemerintah
Laporan riset PT DBS Vickers Sekuritas Indonesia yang dirilis Senin (10/03/2026) menyebut Selat Hormuz kini menjadi titik kritis karena dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
DBS Group Research mencatat ketidakpastian geopolitik berpotensi mendorong harga minyak Brent naik ke kisaran 75 hingga 85 Dolar AS per barel.
Selat Hormuz Menjadi Titik Kritis Distribusi Minyak dan LNG Dunia
Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan energi karena sekitar seperlima pasokan minyak global dan pengiriman LNG melintasi wilayah tersebut setiap hari.
DBS Group Research menjelaskan Iran memiliki kemampuan perang asimetris melalui ranjau laut dan kapal cepat meski kekuatan militernya tidak sebanding dengan Israel serta Amerika Serikat.
Menurut DBS Group Research, stok sekitar 5.000 hingga 6.000 ranjau laut Iran menjadi risiko utama karena sulit dideteksi dan berpotensi menghambat pelayaran global.
Proyeksi Harga Minyak Dunia dalam Berbagai Skenario Konflik Timur
DBS Group Research memproyeksikan harga minyak dapat naik 10 sampai 15 persen jika ekspor minyak Iran sebesar dua juta barel per hari terganggu.
Dalam skenario moderat, harga minyak diperkirakan bergerak pada kisaran 85 sampai 100 Dolar AS per barel jika konflik meluas tanpa blokade total.
Sementara skenario terburuk menunjukkan harga minyak berpotensi melampaui 100 hingga 150 Dolar AS per barel jika Selat Hormuz mengalami penutupan sementara.
Artikel Terkait
Kapan Harga BBM Naik Lagi Ini Analisis Tekanan Minyak Dunia Rupiah Dan Subsidi Energi Nasional
Selat Hormuz Memanas, Bagaimana Dampaknya Terhadap Harga Minyak Dunia dan Strategi Investasi Global
Mengapa Tiongkok Tetap Aman dari Krisis Energi Selat Hormuz Saat Barat Hadapi Risiko Pasar Global
Tragedi UNIFIL Lebanon, Pemerintah Tuntut Investigasi dan Penguatan Perlindungan Prajurit TNI di Zona Konflik
Penerimaan Pajak Tumbuh Dua Digit Awal 2026, Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Terjaga Stabil
Program Pemulihan Mangrove Dimulai, Penertiban Sawit Ilegal Jadi Fokus Perlindungan Kawasan Hutan Pesisir
Menteng Kleb Soroti Arah Kebijakan Ekonomi 2026 di Tengah Tekanan Geopolitik dan Ketidakpastian Global
Cadangan Devisa Bertambah Tapi Rupiah Melemah, Ini Tantangan Ekonomi Jangka Menengah dan Panjang
Polri Bongkar Modus Mafia BBM Subsidi Dan LPG Ilegal yang Rugikan Negara dan Masyarakat Kecil
Iran Longgarkan Akses Selat Hormuz, Pasokan Minyak Global Berpotensi Pulih Hingga 3 Juta Barel Per Hari