Asap tercatat mencapai ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas puncak kawah.
Baca Juga: Kasus Dana Diduga Hilang, INDODAX Sebut Phishing Dan Malware Jadi Ancaman Utama Akun Kripto
Pengamat Gunung Api Sebagai Garda Terdepan Mitigasi Bencana
Bahlil Lahadalia menyampaikan apresiasi atas dedikasi para pengamat gunung api yang bekerja tanpa mengenal waktu.
Menurutnya, peran pengamat merupakan fondasi utama sistem peringatan dini bencana vulkanik nasional.
Ia menegaskan bahwa data visual dan kegempaan menjadi dasar kebijakan mitigasi pemerintah.
Baca Juga: 3 Fakta Tambang Emas Ilegal Sekotong: WNA Tiongkok Kabur, 1.000 Hektare Rusak, Interpol Dilibatkan
Tanpa laporan akurat dari lapangan, langkah perlindungan masyarakat tidak dapat dilakukan secara optimal.
Data Nasional Menunjukkan Tingginya Risiko Vulkanik Indonesia
Badan Geologi mencatat Indonesia memiliki 127 gunung api aktif, tertinggi di dunia berdasarkan data Kementerian ESDM.
Sebanyak 70 juta penduduk tercatat bermukim di kawasan rawan bencana gunung api.
Baca Juga: 20 Orang Terkaya Asia 2025: Dominasi India dan Tiongkok, Indonesia Diwakili Prajogo Pangestu
Kepala Badan Geologi, Muhammad Wafid, dalam keterangan resmi menyebutkan pemantauan 24 jam menjadi keharusan nasional.
Ia menegaskan penguatan sumber daya manusia dan peralatan terus dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Pengamat gunung api adalah ujung tombak keselamatan masyarakat dan sistem mitigasi nasional,” ujar Muhammad Wafid.
Baca Juga: Indef: Bunga Utang Rp500 Triliun Jadi Ancaman Keberlanjutan Fiskal Jangka Menengah
Bahlil Lahadalia menutup dialog dengan menyampaikan penghargaan negara kepada seluruh pengamat.
Artikel Terkait
Ulasan Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM Rp958 Miliar, CBA Soroti Peran Direksi Astra Group
Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia 2025 Saat Kekayaan Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS
Di Usia 71 Tahun, Romo Mudji Sutrisno Wafat, Dunia Akademik dan Budaya Berduka
20 Orang Terkaya Asia 2025: Dominasi India dan Tiongkok, Indonesia Diwakili Prajogo Pangestu
Indef: Bunga Utang Rp500 Triliun Jadi Ancaman Keberlanjutan Fiskal Jangka Menengah
3 Fakta Tambang Emas Ilegal Sekotong: WNA Tiongkok Kabur, 1.000 Hektare Rusak, Interpol Dilibatkan
Kasus Dana Diduga Hilang, INDODAX Sebut Phishing Dan Malware Jadi Ancaman Utama Akun Kripto
Serapan Beras Domestik Lampaui Target, Pemerintah Klaim Stok Pangan Sangat Aman
8 Negara Dominasi Tambang Dunia 2025, Siapa Paling Berpengaruh Secara Ekonomi
Demutualisasi BEI 2026: 5 Alasan Pemerintah Optimistis Pasar Modal Lebih Kompetitif