internasional

Kebijakan Baru AS Terhadap Minyak Iran Dinilai Strategi Stabilkan Pasar Energi Global Saat Konflik Regional

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:03 WIB
Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent. Aktivitas kapal tanker minyak di jalur perdagangan internasional yang terdampak kebijakan baru pasar energi global tahun 2026. (Instagram.com @mscottbrauer)

MINING 24 JAM - Apakah pelonggaran sanksi minyak Iran merupakan strategi ekonomi atau bagian permainan geopolitik Amerika Serikat di Asia?

Siapa sebenarnya yang paling diuntungkan dari pelepasan 140 juta barel minyak di tengah konflik regional?

Strategi Energi Amerika Serikat dalam Persaingan Pengaruh Pasar Asia

Keputusan Amerika Serikat membuka akses minyak Iran dinilai memiliki dimensi ekonomi sekaligus strategi geopolitik global.

Baca Juga: Langkah Unik Papua Nugini Kurangi Konsumsi BBM Lewat WFH Rabu, Ini Dampak Ekonominya Bagi Industri

Pasokan minyak tersebut berpotensi mengalir ke pasar Asia termasuk India Jepang dan Malaysia sebagai konsumen energi utama.

Kebijakan ini juga disebut sebagai upaya menciptakan harga pasar normal bagi pembeli besar seperti Tiongkok.

Kebijakan Pasokan Fisik untuk Menekan Spekulasi Pasar Energi Global

Pemerintah Amerika Serikat menekankan kebijakan ini difokuskan pada suplai fisik bukan intervensi mekanisme pasar derivatif.

Baca Juga: Polda Sumut Ungkap Modus Dugaan Fraud Dana Jemaat Rp28 Miliar, Mantan Kepala Kas BNI Jadi Tersangka

Scott Bessent selaku Menteri Keuangan Amerika Serikat menyatakan stabilitas pasokan merupakan prioritas untuk menekan volatilitas harga.

Ia menyebut langkah tersebut sebagai tindakan ekonomi terukur untuk menghindari gangguan rantai pasok energi global.

Kebijakan Energi di Tengah Operasi Militer dan Ketegangan Regional

Langkah ekonomi ini terjadi bersamaan dengan meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Penertiban PETI Mandailing Natal Berlanjut, Polisi Sita Ekskavator dan Selidiki Pemodal Tambang Emas Tanpa Izin

Meski demikian pemerintah Amerika Serikat menegaskan tidak ada target terhadap fasilitas energi dalam operasi militernya.

Pendekatan ini menunjukkan pemisahan antara strategi keamanan dan kebijakan stabilisasi ekonomi global.

Halaman:

Tags

Terkini