internasional

AS Ambil Alih Presidensi DK PBB, Melania Trump Dijadwalkan Memimpin Sidang Bersejarah Dunia

Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:50 WIB
Ibu Negara AS, Melania Trump.Momen bersejarah diplomasi global ketika Melania Trump dijadwalkan memegang palu sidang Dewan Keamanan PBB saat Amerika Serikat menjalankan presidensi bergilir organisasi internasional tersebut. (instagram.com @melaniatrump)

MINING 24 JAM - Apakah peran diplomasi global kini mulai melibatkan figur non-politik secara resmi di panggung dunia?

Apakah langkah Melania Trump memimpin sidang Dewan Keamanan PBB menjadi sinyal perubahan wajah diplomasi internasional modern?

Peran Baru Ibu Negara dalam Diplomasi Global Dewan Keamanan PBB

Melania Trump dijadwalkan memimpin sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada Minggu (2/3/2026), menandai momen bersejarah dalam praktik diplomasi Amerika Serikat di forum internasional.

Baca Juga: Strategi Baru Kemendag Lewat TEI 2026 Bidik Transaksi 17,5 Miliar Dolar AS Perkuat Indonesia di Pasar Global

Pernyataan resmi yang dirilis Rabu (25/2/2026) menyebut kepemimpinannya menjadi pertama kalinya seorang Ibu Negara Amerika Serikat yang masih menjabat memimpin sidang Dewan Keamanan PBB.

Sidang bertema Children, Technology, and Education in Conflict akan membahas keterkaitan pendidikan, teknologi, perdamaian, serta keamanan global dalam situasi konflik modern.

Melania Trump dijadwalkan memegang palu sidang ketika Amerika Serikat menjalankan Presidensi Dewan Keamanan PBB sepanjang Maret 2026.

Baca Juga: Prabowo Temui Presiden MBZ di Abu Dhabi Bahas Investasi Strategis dan Masa Depan Kerja Sama Ekonomi

Dalam pernyataan resmi tersebut disebutkan, “Kepemimpinan Ibu Melania Trump akan menandai pertama kalinya seorang Ibu Negara AS memimpin Dewan Keamanan ketika anggota membahas pendidikan, teknologi, perdamaian, dan keamanan.”

Agenda Pendidikan dan Teknologi Jadi Fokus Keamanan Dunia Modern

Forum Dewan Keamanan PBB dikenal sebagai badan utama yang bertugas menjaga stabilitas keamanan internasional dengan anggota tetap dan tidak tetap berjumlah 15 negara.

Presidensi Dewan Keamanan bergilir setiap bulan berdasarkan urutan abjad bahasa Inggris, sehingga Amerika Serikat mengambil alih posisi tersebut setelah Inggris.

Baca Juga: Dinamika Tarif Global Berubah, Indonesia Fokus Bangun Ketahanan Ekonomi dan Diversifikasi Pasar Ekspor

Sidang yang dipimpin Melania Trump akan menghadirkan para utusan negara anggota, pemangku kepentingan global, serta Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB, Mike Waltz.

Agenda pendidikan di wilayah konflik dinilai semakin relevan karena konflik modern berdampak langsung pada akses belajar jutaan anak di berbagai kawasan dunia.

Halaman:

Tags

Terkini