Erwin Suryana dari KIARA menilai perubahan sosial harus diimbangi perlindungan tenaga kerja dan keberlanjutan lingkungan agar pembangunan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.
Ketimpangan Manfaat Ekonomi dalam Industri Hilirisasi Nikel Nasional
Riset tersebut juga menyoroti ketidaksinkronan data tenaga kerja yang disebut mencapai 23 ribu hingga 32 ribu pekerja berdasarkan berbagai sumber.
Iqbal menilai ketidakjelasan data dapat memengaruhi evaluasi kebijakan publik terkait manfaat ekonomi hilirisasi nikel bagi masyarakat lokal.
Ia menegaskan angka penyerapan tenaga kerja sering menjadi indikator keberhasilan industrialisasi meski persoalan ketimpangan pendapatan masih terjadi.
Baca Juga: Prabowo ke Abu Dhabi Tegaskan Diplomasi Ekonomi Melalui Investasi Energi dan Kolaborasi
Diskusi juga menyinggung keluhan pekerja mengenai peluang kerja tenaga lokal serta isu keberadaan tenaga kerja asing di kawasan industri.
Perwakilan korporasi Harita Group diundang untuk memberikan klarifikasi, namun tidak menghadiri forum hingga kegiatan berakhir.
Masa Depan Hilirisasi Nikel Antara Investasi Besar dan Tanggung Jawab Sosial
Kebijakan hilirisasi mineral Indonesia menjadi sorotan global sejak pemerintah mempercepat pembangunan smelter guna memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dunia.
Baca Juga: Pikap Impor India Digunakan Kopdes, Program Agrinas Picu Perdebatan Logistik dan Industri Otomotif
Data dari media internasional menunjukkan investasi sektor nikel Indonesia meningkat signifikan sejak 2020.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui laman resmi menyebut hilirisasi mendorong nilai tambah industri sekaligus memperluas kesempatan kerja nasional.
Namun Ronald Loblobly dari Koalisi Sipil Selamatkan Tambang menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur melalui investasi, tetapi juga kualitas kesejahteraan pekerja dan kelestarian lingkungan.
Baca Juga: Kerja Sama Indonesia dan Arm Limited Buka Jalan Industri Semikonduktor Masuk Rantai Pasok Teknologi
Ia menyatakan transparansi tata kelola pertambangan menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan sosial masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem daerah tambang.****
Artikel Terkait
Tambang Emas Poboya Jadi Ujian Reformasi Tambang Antara Penertiban Ilegal dan Industri Mineral
Misinformasi Label Halal Produk AS Beredar, BPJPH Pastikan Konsumen Tetap Dilindungi Regulasi Halal
Pikap Impor India Digunakan Kopdes, Program Agrinas Picu Perdebatan Logistik dan Industri Otomotif
Kerja Sama Indonesia dan Arm Limited Buka Jalan Industri Semikonduktor Masuk Rantai Pasok Teknologi
Reformasi Pasar Didorong untuk Pulihkan Kepercayaan Investor Pasca Penilaian Lembaga Rating
Diplomasi Kuda Api di Imlek Festival 2577 Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia - Tiongkok
Prabowo ke Abu Dhabi Tegaskan Diplomasi Ekonomi Melalui Investasi Energi dan Kolaborasi
AS Ambil Alih Presidensi DK PBB, Melania Trump Dijadwalkan Memimpin Sidang Bersejarah Dunia
Sejarah Emas Banten, Dari Gunung Perak Hingga Tambang Modern can Konflik Lingkungan yang Masih Berlanjut
Dugaan Pelanggaran Kompensasi PT BSI Menguat, Satgas PKH Diminta Telusuri Legalitas Tambang Emas