• Sabtu, 18 April 2026

Diskusi Publik Kupas Relasi Negara dan Oligarki dalam Operasi Tambang Nikel Pulau Obi Halmahera

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Sabtu, 28 Februari 2026 | 10:29 WIB
Ilustrasi tambang nikel. Forum diskusi publik menghadirkan akademisi, jurnalis, dan aktivis lingkungan membedah dinamika hilirisasi nikel serta tata kelola pertambangan nasional. (Dok. Kreasi DOLA AI)
Ilustrasi tambang nikel. Forum diskusi publik menghadirkan akademisi, jurnalis, dan aktivis lingkungan membedah dinamika hilirisasi nikel serta tata kelola pertambangan nasional. (Dok. Kreasi DOLA AI)

Erwin Suryana dari KIARA menilai perubahan sosial harus diimbangi perlindungan tenaga kerja dan keberlanjutan lingkungan agar pembangunan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan.

Baca Juga: Sejarah Emas Banten, Dari Gunung Perak Hingga Tambang Modern can Konflik Lingkungan yang Masih Berlanjut

Ketimpangan Manfaat Ekonomi dalam Industri Hilirisasi Nikel Nasional

Riset tersebut juga menyoroti ketidaksinkronan data tenaga kerja yang disebut mencapai 23 ribu hingga 32 ribu pekerja berdasarkan berbagai sumber.

Iqbal menilai ketidakjelasan data dapat memengaruhi evaluasi kebijakan publik terkait manfaat ekonomi hilirisasi nikel bagi masyarakat lokal.

Ia menegaskan angka penyerapan tenaga kerja sering menjadi indikator keberhasilan industrialisasi meski persoalan ketimpangan pendapatan masih terjadi.

Baca Juga: Prabowo ke Abu Dhabi Tegaskan Diplomasi Ekonomi Melalui Investasi Energi dan Kolaborasi

Diskusi juga menyinggung keluhan pekerja mengenai peluang kerja tenaga lokal serta isu keberadaan tenaga kerja asing di kawasan industri.

Perwakilan korporasi Harita Group diundang untuk memberikan klarifikasi, namun tidak menghadiri forum hingga kegiatan berakhir.

Masa Depan Hilirisasi Nikel Antara Investasi Besar dan Tanggung Jawab Sosial

Kebijakan hilirisasi mineral Indonesia menjadi sorotan global sejak pemerintah mempercepat pembangunan smelter guna memperkuat rantai pasok kendaraan listrik dunia.

Baca Juga: Pikap Impor India Digunakan Kopdes, Program Agrinas Picu Perdebatan Logistik dan Industri Otomotif

Data dari media internasional menunjukkan investasi sektor nikel Indonesia meningkat signifikan sejak 2020.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui laman resmi menyebut hilirisasi mendorong nilai tambah industri sekaligus memperluas kesempatan kerja nasional.

Namun Ronald Loblobly dari Koalisi Sipil Selamatkan Tambang menekankan bahwa keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur melalui investasi, tetapi juga kualitas kesejahteraan pekerja dan kelestarian lingkungan.

Baca Juga: Kerja Sama Indonesia dan Arm Limited Buka Jalan Industri Semikonduktor Masuk Rantai Pasok Teknologi

Ia menyatakan transparansi tata kelola pertambangan menjadi kunci menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, perlindungan sosial masyarakat, serta keberlanjutan ekosistem daerah tambang.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X