• Sabtu, 18 April 2026

Kontroversi Tambang Emas Tumpang Pitu Picu Diskusi Publik Tentang Ekonomi Lokal dan Lingkungan

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Selasa, 10 Maret 2026 | 11:50 WIB
Ilustrasi tambang emas. Kondisi perbukitan Tumpang Pitu Banyuwangi berubah signifikan sejak kawasan tersebut dikembangkan menjadi area tambang emas. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi tambang emas. Kondisi perbukitan Tumpang Pitu Banyuwangi berubah signifikan sejak kawasan tersebut dikembangkan menjadi area tambang emas. (Dok. Kreasi Dola AI)

MINING 24 JAM - Apakah tambang emas yang digadang membawa kemakmuran benar-benar meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitarnya?

Ataukah kilau emas justru menyisakan luka lingkungan dan sosial bagi warga yang hidup paling dekat dengan sumber daya itu?

Tambang Emas Tumpang Pitu Banyuwangi Menjanjikan Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Gunung Tumpang Pitu di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menjadi salah satu lokasi tambang emas terbesar di Indonesia yang menarik perhatian publik dan investor.

Baca Juga: Penggeledahan Kantor Sekuritas Mirae Asset, Manajemen Tegaskan Perlindungan Dana Investor Tetap Aman

Gunung setinggi sekitar 489 meter tersebut kini berubah menjadi area pertambangan emas porfiri yang dikelola korporasi tambang setelah memperoleh berbagai perizinan dari pemerintah pusat dan daerah.

Sejak awal pengembangannya, proyek ini dipromosikan sebagai motor pertumbuhan ekonomi daerah melalui peningkatan investasi, lapangan kerja, serta kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sejumlah laporan mencatat bahwa potensi cadangan emas di kawasan Tumpang Pitu termasuk yang signifikan di Asia Tenggara sehingga menarik investasi pertambangan berskala besar.

Baca Juga: Indonesia Disebut Relatif Aman dari Krisis Global, Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan Nasional

Namun, di tengah optimisme investasi tersebut, muncul perdebatan mengenai dampak sosial dan lingkungan yang dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar.

Perubahan Ekonomi Lokal Muncul Seiring Kehadiran Industri Pertambangan Besar

Masuknya industri tambang membawa perubahan ekonomi yang cukup cepat di wilayah pesisir selatan Banyuwangi, khususnya di Kecamatan Pesanggaran.

Sebagian warga memperoleh peluang kerja baru dalam sektor tambang maupun sektor pendukung seperti transportasi, logistik, dan jasa lainnya.

Baca Juga: Ketersediaan Pangan Nasional Dipastikan Aman, Produksi Beras Indonesia Lampaui Konsumsi Masyarakat

Namun sejumlah warga menilai kesempatan kerja yang tersedia masih didominasi posisi non-teknis atau kontrak jangka pendek.

Seorang tokoh masyarakat Pesanggaran yang meminta identitasnya dirahasiakan mengatakan bahwa sebagian warga merasa belum sepenuhnya menikmati manfaat ekonomi tambang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X