MINING 24 JAM - Apakah program makan gratis yang dijanjikan pemerintah baru akan langsung berjalan penuh?
Ataukah pemerintah memilih langkah realistis dengan menyesuaikan anggaran agar ekonomi tetap stabil?
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu agenda prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran kini memasuki fase evaluasi fiskal sebelum implementasi penuh.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa program tersebut tetap bergantung pada kondisi keuangan negara.
Menurutnya, kebijakan fiskal harus mengikuti batas defisit yang telah diatur undang-undang.
Jika kondisi penerimaan negara tidak sesuai target, maka penyesuaian anggaran menjadi pilihan rasional agar stabilitas ekonomi tetap terjaga.
Baca Juga: Khalid Basalamah Bandingkan Kebebasan Azan Indonesia dengan Negara Lain Saat Bahas Soal Kritik
Program Makan Bergizi Gratis Menjadi Prioritas Pemerintahan Prabowo Gibran
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu agenda utama yang diperkenalkan dalam kampanye pemerintahan Prabowo-Gibran.
Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas gizi anak sekolah sekaligus menekan angka stunting di Indonesia.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut program ini berpotensi menjangkau jutaan pelajar di berbagai daerah.
Baca Juga: Kasus Skincare Richard Lee Masuki Babak Baru Setelah Penahanan Oleh Penyidik Polda Metro Jaya
Namun implementasi program berskala nasional memerlukan anggaran besar yang harus disesuaikan dengan kemampuan fiskal negara.
Dalam konteks tersebut, pemerintah mulai mengevaluasi skenario pelaksanaan yang paling realistis dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Ungkap Defisit APBN Februari 2026 Dan Optimisme Penerimaan Pajak
Distribusi Energi Dipantau Digital, Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan LPG Tetap Aman Jelang Idulfitri 2026
Analis Ungkap Risiko Ketergantungan Energi, Krisis Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia
Jejak Emas Mahkota Binokasih, Investigasi Asal Usul Logam Kerajaan Sunda Ungkap Fakta Sejarah
Konflik Timur Tengah Berpotensi Guncang Pasar Energi Dunia, IMF Ingatkan Risiko Inflasi Global Meningkat
Dari Proyek ke Pajak,. KPK Mengalihkan Perhatian Pada Korupsi Penerimaan Negara Indonesia
Riset Laut Dalam Tiongkok Temukan Perubahan Kimia Sedimen Laut China Selatan falam Seratus Tahun
Rasio Penerimaan Negara Menurun dan Utang Melonjak, PEPS Jelaskan Dampaknya Bagi Ekonomi Indonesia
Richard Lee Ditahan Polisi Setelah Kasus Skincare, Publik Pertanyakan Regulasi Produk Kecantikan
Pemerintah Tambah Likuiditas Bank Rp100 Triliun untuk Dorong Kredit Sektor Riil dan Pertumbuhan Ekonomi