MINING 24 JAM - Apakah ketegangan Timur Tengah diam-diam mengubah peta energi global dan strategi impor Tiongkok?
Mengapa pipa gas Rusia kini dianggap lebih aman dibanding jalur laut yang selama ini dominan?
Perubahan strategi energi Tiongkok semakin terlihat seiring meningkatnya risiko geopolitik global, terutama konflik di Timur Tengah yang berpotensi mengganggu jalur distribusi energi dunia.
Baca Juga: Fakta di Balik Aksi No Kings di AS, Dari Kota Besar Hingga Basis Tradisional Pendukung Pemerintah
Berdasarkan laporan Reuters, Bloomberg, dan South China Morning Post, Beijing kini mempercepat diversifikasi energi dengan memperkuat jalur pasokan darat dari Rusia.
Langkah ini dinilai sebagai strategi mitigasi risiko terhadap potensi gangguan jalur laut seperti Selat Hormuz dan Selat Malaka yang selama ini menjadi urat nadi impor energi.
Strategi Diversifikasi Energi Tiongkok untuk Mengurangi Risiko Geopolitik Jalur Laut
Tiongkok berupaya menekan ketergantungan terhadap impor energi Timur Tengah yang selama ini menyumbang lebih dari 40 persen kebutuhan minyak dan gas nasional.
Baca Juga: Pemerintah Cari Jalur Aman 2 Kapal Pertamina di Tengah Risiko Konflik Global Selat Hormuz Memanas
Risiko konflik militer, pembajakan, serta potensi blokade maritim menjadi pertimbangan utama dalam merumuskan kebijakan keamanan energi jangka panjang pemerintah Tiongkok.
Langkah ini juga selaras dengan tren global dimana negara industri besar mulai mengamankan rantai pasok energi melalui jalur alternatif yang lebih stabil secara geopolitik.
Proyek Pipa Gas Rusia Jadi Pilar Baru Ketahanan Energi Nasional
Proyek Power of Siberia 2 kembali menjadi fokus negosiasi karena dinilai mampu memperkuat pasokan gas melalui jalur darat yang relatif aman.
Baca Juga: Tetap Gunakan Kendaraan Impor KDMP, Ini Penjelasan Menkop Terkait dengan Kebijakan Resmi Terbaru
Lin Boqiang, Direktur China Center for Energy Economics Research Universitas Xiamen, menyatakan stabilitas pasokan kini lebih penting dibanding pertimbangan harga jangka pendek.
Menurut Lin Boqiang, ketidakpastian geopolitik membuat Tiongkok membutuhkan sumber energi yang dapat menjamin kontinuitas pasokan industri domestik secara berkelanjutan.
Artikel Terkait
Mochtar Lubis dan Indonesia Raya Simbol Perjuangan Kebebasan Pers Era Soekarno Hingga Soeharto
Imbauan Bahlil Lahadalia Soal Penghematan LPG Jadi Sorotan di Tengah Ketidakpastian Harga Energi Dunia
Kasus Tambang Ilegal Samin Tan Uji Pengawasan Industri Batubara Nasional, Ini Fakta Penyelidikan Terbaru
Energi Mega Persada Percepat Produksi dari Temuan Minyak Baru untuk Tambah Cadangan Energi Nasional
Harga Kebutuhan Pokok Stabil Saat Ramadan 2026, Ini Strategi Menjaga Stok Pangan Nasional Tetap Aman
Strategi Prabowo Bangun SDM dan Ekonomi Desa Lewat Program Pendidikan, Pangan, dan Energi Terpadu
Kapal Tanker Indonesia Menunggu Izin Iran, Ini Dampaknya Terhadap Rantai Pasok Energi Nasional Tahun Ini
Tiongkok Prioritaskan Keamanan Energi Dibanding Harga dalam Kebijakan Impor Gas Nasional Strategis
Ketahanan Energi Diuji, Saat Peluang Impor Minyak Rusia dan Iran Terganjal Kebijakan Amerika Serikat
Krisis Selat Hormuz Ancam Distribusi Energi Indonesia, 2 Tanker Pertamina Masih Tunggu Jalur Aman