Perluasan basis pajak dan peningkatan kepatuhan menjadi fokus jangka menengah.
Manajemen utang juga harus diarahkan pada optimalisasi tenor dan diversifikasi sumber pembiayaan.
Baca Juga: Kejaksaan Agung Dituding Salah Konstruksi Perkara dalam Kasus Kerry Adrianto Riza, Ini Alasannya
Langkah ini dinilai mampu menekan risiko refinancing.
Menjaga Ketahanan Fiskal di Tengah Ketidakpastian Global
Data IMF dan Bank Dunia menunjukkan tekanan fiskal global masih berlanjut pada 2025.
Negara berkembang menghadapi tantangan serupa dalam pengelolaan utang.
Baca Juga: Gus Yazid Tersangka TPPU Rp20 Miliar, Aliran Dana Korupsi BUMD Cilacap Rugikan Negara Rp237 Miliar
Indef menilai disiplin fiskal dan koordinasi kebijakan menjadi kunci menjaga stabilitas.
Tanpa langkah terukur, beban bunga berpotensi membatasi pertumbuhan ekonomi nasional.****
Artikel Terkait
Hoaks Sawit Presiden Mencuat, Hashim Tegaskan Prabowo Subianto Tidak Miliki Sehektare Pun
Dari Amazon Hingga Skotlandia, Miliarder Global Investasikan Lahan Hijau Bernilai Dolar AS 50 Miliar
Aparat Gabungan Tertibkan Tambang Ilegal di TN Kutai, 7 Ekskavator Diamankan
Bea Keluar Batu Bara Berlaku 1 Januari 2026, Tarif 1–5 Persen Bidik Tambahan Rp20 Triliun Penerimaan Negara
KPK Hentikan Kasus Tambang Nikel Konawe Utara, Dugaan Kerugian Negara Rp2,7 Triliun Kini Tanpa Kepastian
Banjir Sumatera Terjadi Hampir Tiap Tahun, Ini Analisis Prof Didik J Rachbini Soal Tata Kelola Tanah
Ulasan Lengkap Kasus Dugaan Korupsi Impor BBM Rp958 Miliar, CBA Soroti Peran Direksi Astra Group
Indonesia Jadi Pusat Investasi Halal Global, Rekor 40 Transaksi 1,6 Miliar Dolar AS
Siapa Saja 10 Orang Terkaya Dunia 2025 Saat Kekayaan Miliarder Elon Musk Tembus 749 Miliar Dolar AS
Di Usia 71 Tahun, Romo Mudji Sutrisno Wafat, Dunia Akademik dan Budaya Berduka