MINING 24 JAM- Apakah banjir informasi di media sosial membuat publik semakin sulit membedakan fakta dan hoaks?
Di tengah kemajuan artificial intelligence, siapa yang memastikan kebenaran berita yang beredar setiap hari?
Pertanyaan itu menjadi penting ketika teknologi AI mulai digunakan dalam proses produksi berita di berbagai ruang redaksi dunia.
Teknologi yang mampu menyusun teks dalam hitungan detik memunculkan kekhawatiran bahwa mesin suatu hari akan menggantikan jurnalis.
Namun sejumlah penelitian menunjukkan realitas yang lebih kompleks.
Artificial Intelligence Mempercepat Produksi Berita di Era Transformasi Digital
Kecerdasan buatan kini membantu banyak pekerjaan teknis di ruang redaksi modern.
Baca Juga: Status Siaga 1 TNI Resmi Berlaku, Pengamanan Bandara Pelabuhan Dan Objek Vital Nasional Diperketat
Mulai dari mentranskripsi wawancara, menerjemahkan dokumen, memeriksa tata bahasa, hingga merangkum laporan panjang.
Proses yang sebelumnya memakan waktu lama kini dapat diselesaikan dalam hitungan detik.
Teknologi ini menjadi bagian dari transformasi digital media yang semakin cepat sejak pandemi Covid-19.
Baca Juga: Indonesia Soroti Proposal Perdamaian Gaza Board of Peace, Ini Isi Penting Dua Puluh Poin Rencana
Di banyak newsroom global, AI bahkan sudah digunakan untuk menyusun draft laporan berbasis data seperti hasil pertandingan olahraga atau laporan keuangan korporasi.
Riset Swiss Mengungkap Mesin Tidak Menggantikan Peran Editorial Manusia
Penelitian terhadap jurnalis di Swiss oleh Laura Amigo dan Colin Porlezza menunjukkan bahwa AI belum menggantikan peran inti jurnalisme.