Dalam kondisi tersebut, kebutuhan terhadap jurnalisme yang kredibel justru semakin besar.
Jurnalis berperan memeriksa fakta, mengajukan pertanyaan kritis, serta memberi konteks terhadap peristiwa yang kompleks.
AI dapat membantu mengolah data dalam skala besar.
Namun memastikan informasi yang sampai kepada publik akurat dan dapat dipercaya tetap menjadi tanggung jawab manusia.
Karena itu, masa depan jurnalisme kemungkinan bukan tentang menggantikan jurnalis dengan mesin.
Baca Juga: Pemerintah Antisipasi Kekeringan Dengan Pompanisasi Lahan Demi Menjaga Produksi Beras Nasional
Pertanyaan yang lebih relevan adalah bagaimana teknologi dapat membantu jurnalis bekerja lebih efektif dalam melayani kepentingan publik.****
Artikel Terkait
Pemerintah Tambah Likuiditas Bank Rp100 Triliun untuk Dorong Kredit Sektor Riil dan Pertumbuhan Ekonomi
Wacana Scaling Program Makan Bergizi Gratis Dinilai Penting Agar Stabilitas APBN Tetap Terjaga ke Depan
Pemerintah Diminta Fokus Program Prioritas Ekonomi, Jusuf Kalla Soroti Ketidakseimbangan Fiskal Saat Ini
Ketersediaan Pangan Nasional Dipastikan Aman, Produksi Beras Indonesia Lampaui Konsumsi Masyarakat
Indonesia Disebut Relatif Aman dari Krisis Global, Prabowo Tekankan Pentingnya Ketahanan Pangan Nasional
Penggeledahan Kantor Sekuritas Mirae Asset, Manajemen Tegaskan Perlindungan Dana Investor Tetap Aman
Program Infrastruktur Desa Prabowo Bangun 218 Jembatan unttuk Tingkatkan Akses Pendidikan dan Mobilitas
Konflik Timur Tengah Picu Harga Minyak Dunia Naik, Indonesia Diminta Siapkan Strategi Ekonomi Darurat
Kontroversi Tambang Emas Tumpang Pitu Picu Diskusi Publik Tentang Ekonomi Lokal dan Lingkungan
Panic Buying BBM Ungkap Ketidakpastian Informasi Energi Picu Kepanikan Publik di Berbagai Daerah