tambang

Sejarah Emas Banten, Dari Gunung Perak Hingga Tambang Modern dan Konflik Lingkungan yang Masih Berlanjut

Sabtu, 28 Februari 2026 | 09:30 WIB
Tambang emas Cikotok di Lebak Banten menjadi saksi sejarah panjang industri pertambangan Indonesia sejak era kolonial hingga nasionalisasi tambang negara. (Dok. Kreasi DOLA AI)

MINING 24 JAM - Mengapa wilayah Lebak Banten berulang kali menjadi pusat perebutan emas sejak masa kerajaan hingga era korporasi modern saat ini?

Apakah sejarah panjang tambang emas Banten menunjukkan pola berulang antara kemakmuran ekonomi, konflik lingkungan, dan perubahan kekuasaan yang terus berlangsung hingga hari ini?

Jejak Geologi dan Awal Aktivitas Emas di Pegunungan Selatan Banten

Wilayah Lebak berada di jalur Busur Magmatik Sunda-Banda yang dikenal sebagai zona pembentuk mineral emas epitermal penting di Indonesia bagian barat.

Baca Juga: Prabowo ke Abu Dhabi Tegaskan Diplomasi Ekonomi Melalui Investasi Energi dan Kolaborasi

Penelitian geologi menunjukkan aktivitas mineralisasi emas telah berlangsung jutaan tahun sebelum munculnya aktivitas manusia di kawasan yang kini termasuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Tradisi masyarakat adat Kasepuhan menyebut kawasan tersebut sebagai “Gunung Perak”, merujuk pada wilayah yang dipercaya memiliki kandungan logam mulia bernilai tinggi.

Sejumlah kajian arkeologi memperkirakan pendulangan emas aluvial dilakukan secara tradisional di sungai pedalaman sebagai bagian ekonomi subsisten masyarakat pra-kesultanan.

Baca Juga: Diplomasi Kuda Api di Imlek Festival 2577 Buka Peluang Kolaborasi Ekonomi Kreatif Indonesia - Tiongkok

Laporan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut mineralisasi Lebak termasuk tipe low sulphidation epithermal yang umum ditemukan di kawasan emas dunia.

Kesultanan Banten dan Peran Strategis Emas dalam Diplomasi Regional

Memasuki abad ke-16, Kesultanan Banten memanfaatkan emas sebagai instrumen ekonomi sekaligus alat diplomasi dalam perdagangan internasional berbasis komoditas lada.

Emas pedalaman Banten memperkuat posisi pelabuhan Karangantu sebagai simpul perdagangan Asia Tenggara.

Baca Juga: Pikap Impor India Digunakan Kopdes, Program Agrinas Picu Perdebatan Logistik dan Industri Otomotif

Emas bukan sekadar komoditas ekonomi, tetapi simbol legitimasi politik dan kekuatan dagang Kesultanan Banten.

Catatan pelaut Eropa menunjukkan emas dari pedalaman Lebak ditukar dengan tekstil India serta keramik Tiongkok melalui jaringan perdagangan lintas samudra.

Halaman:

Tags

Terkini