Pernyataan itu disampaikan dalam Rakernas pada awal 2026, klaim tersebut memperkuat narasi bahwa kerusakan hutan terjadi dalam kerangka hukum.
Kementerian Kehutanan menanggapi dengan mempertanyakan metodologi dan sumber data klaim tersebut.
Pemerintah menyatakan telah menekan laju deforestasi melalui moratorium izin baru, menurut kementerian, evaluasi izin terus dilakukan secara berkala.
Dampak Ekologis dan Tanggung Jawab Negara
WALHI memperingatkan eksploitasi hutan alam berisiko memicu bencana ekologis berulang, banjir dan longsor di Sumatera disebut sebagai indikator tekanan lingkungan.
Baca Juga: Dampak Peringatan MSCI Terhadap Potensi Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Saham Indonesia
Kerusakan hutan juga berdampak pada keanekaragaman hayati dan krisis iklim, Indonesia berpotensi menghadapi tekanan internasional terkait komitmen penurunan emisi.
Deforestasi legal dalam skala besar dinilai kontraproduktif terhadap target iklim nasional, WALHI mendorong reformasi kebijakan berbasis perlindungan ekosistem.
Seruan Transparansi dan Evaluasi Kebijakan
WALHI menekankan pentingnya transparansi data kehutanan dan evaluasi izin, organisasi ini meminta pemerintah mengutamakan pemulihan hutan alam.
Baca Juga: Pasar Modal Bergejolak, IHSG Kehilangan Ribuan Poin, Pemerintah Dorong Pembenahan Transparansi
Menurut WALHI, legalitas harus sejalan dengan keadilan ekologis, prmerintah diharapkan membuka ruang dialog berbasis data ilmiah.
Kebijakan kehutanan dinilai perlu mengedepankan kepentingan jangka panjang, isu 26 juta hektar menjadi ujian tata kelola lingkungan Indonesia.****
Artikel Terkait
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo ke Lima Mengemuka, Tujuh Menteri Dikaitkan dalam Tayangan Digital
IHSG Berfluktuasi Tajam, Dirut Bursa Efek Indonesia Pilih Mundur untuk Pulihkan Kepercayaan Investor
IHSG Tertekan dan MSCI Beri Peringatan, Dirut Bursa Efek Indonesia Ambil Langkah Mundur
Mahendra Siregar dan Dua Pejabat OJK Mundur, Pengawasan Pasar Modal Tetap Berlanjut
Pasar Modal Bergejolak, IHSG Kehilangan Ribuan Poin, Pemerintah Dorong Pembenahan Transparansi
Dampak Peringatan MSCI Terhadap Potensi Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Saham Indonesia
Pertamina Datangkan 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair, Perkuat Energi Nasional dan Rantai Pasok Global
Saham Gorengan Disorot Aparat, Bareskrim Telusuri Aliran Dana dan Potensi Pencucian Uang Terorganisasi
Enam Lokasi Digeledah Kejaksaan Agung Dalam Penyidikan Dugaan Korupsi Industri Sawit Nasional
PPATK Bongkar Ekosistem Keuangan Tambang Emas Ilegal Rp992 T.Selama 2023 Hingga 2025