• Sabtu, 18 April 2026

IHSG Berfluktuasi Tajam, Dirut Bursa Efek Indonesia Pilih Mundur untuk Pulihkan Kepercayaan Investor

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 09:50 WIB
Iman Rachman menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Dirut Bursa Efek Indonesia usai IHSG mengalami trading halt dua hari akibat tekanan pasar.   (Dok. idx.co.id)
Iman Rachman menyampaikan pengunduran diri dari jabatan Dirut Bursa Efek Indonesia usai IHSG mengalami trading halt dua hari akibat tekanan pasar. (Dok. idx.co.id)

MINING 24 JAM - Mengapa CEO BEI Iman Rachman memilih mundur di tengah gejolak pasar saham Indonesia?

Bagaimana keputusan ini berimplikasi terhadap stabilitas pasar modal setelah ambruknya IHSG dua hari berturut-turut?

Pasar Menjaga Nafas dan Dirut BEI Mengundurkan Diri

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman, secara resmi menyatakan mengundurkan diri dari jabatannya pada Jumat pagi (30/1/2026) di Gedung BEI, Jakarta sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar modal yang terjadi dalam dua hari perdagangan terakhir.

Baca Juga: Tujuh Nama Menteri Mencuat Dalam Isu Reshuffle Kelima Kabinet Prabowo Subìanto Awal 2026

Keputusan ini menyusul terjadinya penghentian sementara perdagangan (trading halt) pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama dua hari berturut-turut pada Rabu (28/1/2026) dan Kamis (29/1/2026) setelah indeks merosot lebih dari 8 persen, memicu kepanikan investor.

Dalam pernyataan resmi, Iman Rachman menyampaikan bahwa walaupun IHSG dibuka kembali membaik pada Jumat pagi, ia menilai langkah mundur sebagai bentuk tanggung jawab moral terhadap apa yang terjadi sebelumnya.

MSCI, Pelemahan IHSG, dan Katalis Gejolak Pasar

Dua hari anjloknya IHSG itu dipicu reaksi negatif pasar setelah perusahaan penyedia data indeks global, MSCI (Morgan Stanley Capital International), menyampaikan kekhawatiran terhadap transparansi data kepemilikan saham dan kemungkinan penurunan status pasar Indonesia jika isu free float tidak diperbaiki sebelum Mei 2026.

Baca Juga: IHSG Anjlok 7,34 Persen, MSCI Bekukan Indeks Saham Indonesia, BEI Janji Perbaiki Transparansi Data

Iman Rachman sebelumnya juga mengakui adanya panic selling yang dipicu diskusi MSCI terhadap metode penghitungan free float saham, yang menurutnya belum dipahami sepenuhnya oleh pelaku pasar.

Dalam konteks ini, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah bersiap mengeluarkan aturan minimum free float sebesar 15 persen bagi perusahaan tercatat untuk meningkatkan kualitas data dan menarik kembali kepercayaan investor global.

Langkah BEI dan Respons Industri Pasar Modal

Meski mundur, Iman menyerukan agar pasar modal Indonesia tetap kuat dan stabil ke depannya, serta berharap langkah ini membuka peluang perbaikan fundamental di internal BEI.

Baca Juga: MSCI Bekukan Saham Indonesia Hingga 2026, Danantara Nilai Langkah untuk Reformasi Free Float

BEI juga tengah intensif berdiskusi dengan lembaga indeks lainnya, termasuk Financial Times Stock Exchange (FTSE), untuk menyusun formulasi data investor yang lebih rinci, menyusul surat permintaan MSCI pada 2025.

Tantangan Kepemimpinan dan Masa Depan Pasar Modal

Iman Rachman akan menyelesaikan masa jabatannya yang seharusnya berakhir Juni 2026, namun pengunduran diri ini mempercepat proses suksesi kepemimpinan di BEI.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X