MINING 24JAM - Apakah anjloknya IHSG semata akibat sentimen global, atau ada praktik manipulasi terstruktur yang merusak kepercayaan investor domestik?
Ketika “saham gorengan” kembali disorot aparat penegak hukum, sejauh mana negara hadir melindungi integritas pasar modal Indonesia?
Bareskrim Polri melalui Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus meningkatkan penyelidikan dugaan manipulasi saham atau “saham gorengan” yang disinyalir berkontribusi pada tekanan Indeks Harga Saham Gabungan.
Baca Juga: Peringatan MSCI Ungkap Risiko Turunnya Status Pasar Modal Bagi Investor Global Berbasis Indeks
Penyelidikan Aparat Terhadap Dugaan Manipulasi Saham Terstruktur
Penyelidikan difokuskan pada pola transaksi tidak wajar yang mengindikasikan praktik manipulasi harga saham secara terorganisasi dan sistematis.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menelusuri dugaan skema pump and dump yang menciptakan permintaan semua.
Langkah ini dilakukan melalui koordinasi intensif bersama Otoritas Jasa Keuangan dan Bursa Efek Indonesia.
Baca Juga: Gejolak Pasar Modal 2026: IHSG Anjlok Tajam, Pimpinan OJK dan BEI Mundur Aktifkan Pelaksana Tugas
Kepala Dittipideksus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Whisnu Hermawan Februanto menyatakan penegakan hukum bertujuan menjaga integritas sistem keuangan nasional.
“Setiap indikasi manipulasi pasar akan kami dalami dengan pendekatan pidana sesuai Undang-Undang Pasar Modal,” ujar Whisnu dalam keterangan resmi Polri.
Ia menegaskan penyelidikan juga mencakup kemungkinan tindak pidana pencucian uang dari keuntungan transaksi ilegal.
Baca Juga: 3 Pimpinan OJK Resmi Mundur, Mahendra Siregar Pastikan Pengawasan Sektor Keuangan Berjalan Normal
Koordinasi OJK dan BEI dalam Menjaga Kredibilitas Pasar
Otoritas Jasa Keuangan menegaskan pengawasan pasar modal dilakukan secara berlapis dan berbasis teknologi pengawasan transaksi.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan stabilitas pasar merupakan prasyarat utama pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Artikel Terkait
Danantara Resmi Kelola Lahan Eks 28 Korporasi Seluas 1 Juta Hektare untuk Produktivitas Negara
APBN 2025 Ditutup Dengan Defisit 2,92 Persen, Pemerintah Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo ke Lima Mengemuka, Tujuh Menteri Dikaitkan dalam Tayangan Digital
Pembekuan Saham Indonesia oleh MSCI Dinilai Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal Nasional
IHSG Berfluktuasi Tajam, Dirut Bursa Efek Indonesia Pilih Mundur untuk Pulihkan Kepercayaan Investor
IHSG Tertekan dan MSCI Beri Peringatan, Dirut Bursa Efek Indonesia Ambil Langkah Mundur
Mahendra Siregar dan Dua Pejabat OJK Mundur, Pengawasan Pasar Modal Tetap Berlanjut
Pasar Modal Bergejolak, IHSG Kehilangan Ribuan Poin, Pemerintah Dorong Pembenahan Transparansi
Dampak Peringatan MSCI Terhadap Potensi Arus Keluar Dana Asing dari Pasar Saham Indonesia
Pertamina Datangkan 1 Juta Barel Minyak Mentah dari Aljazair, Perkuat Energi Nasional dan Rantai Pasok Global