MINING 24 JAM - Ketika dua penjaga utama pasar modal mundur bersamaan, apakah ini kegagalan sistem atau teladan kepemimpinan langka di tengah krisis?
Bisakah langkah tersebut memulihkan kepercayaan investor di tengah tekanan global dan volatilitas ekstrem Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?
Jumat Kelabu Pasar Modal Indonesia
Pasar modal Indonesia diguncang tajam pada Jumat, 30 Januari 2026, menyusul anjloknya IHSG hingga memicu trading halt.
Indeks merosot hampir 2.000 poin dalam dua hari akibat aksi jual investor asing.
Sentimen negatif dipicu peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengenai standar transparansi kepemilikan saham di bursa domestik.
Tanggung Jawab Profesional di Bursa Efek Indonesia
Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman menyatakan mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar ekstrem.
Baca Juga: Pengunduran Diri Dirut Bursa Efek Indonesia Usai IHSG Turun 8 Persen dan Sorotan Keras Dari MSCI
Ia menegaskan keputusan tersebut diambil tanpa tekanan eksternal dan demi kepentingan institusional.
BEI memastikan seluruh layanan perdagangan dan kliring tetap berjalan normal.
OJK dan Pilihan Moral Kepemimpinan
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar menyusul dengan keputusan mundur bersama jajaran pengawas pasar modal.
Baca Juga: Krisis Kepercayaan Pasar: IHSG Terkoreksi, Dirut Bursa Efek Indonesia Mundur dari Jabatannya
Mahendra menyebut langkah tersebut sebagai tanggung jawab moral untuk menjaga integritas pasar keuangan.
OJK mengaktifkan mekanisme pelaksana tugas guna memastikan stabilitas pengawasan.
Artikel Terkait
Isu Reshuffle Kabinet 2026 Menguat, Istana Tegaskan Evaluasi Kinerja Menteri Masih Berjalan Hingga Januari
Kebijakan Produksi Nikel 2026 Uji Keseimbangan Harga Global dan Kepentingan Hilirisasi Nasional
Indikasi Penghindaran PPN di Industri Baja, Pemerintah Siapkan Langkah Tegas Melalui Sidak Pajak
15 Hari Imlek Festival 2026 Resmi Digelar Pemerintah, Momentum Harmoni Budaya dan Kerukunan
Impor BBM 30 Juta Kiloliter Per Tahun Jadi Target Pengurangan Prabowo Demi Ketahanan Energi
Danantara Resmi Kelola Lahan Eks 28 Korporasi Seluas 1 Juta Hektare untuk Produktivitas Negara
Masuk DEN, Mentan Amran Tegaskan Peran Sawit Tebu Singkong dalam Transisi Energi Berkelanjutan
APBN 2025 Ditutup Dengan Defisit 2,92 Persen, Pemerintah Jaga Ekonomi Tetap Tumbuh
Isu Reshuffle Kabinet Prabowo ke Lima Mengemuka, Tujuh Menteri Dikaitkan dalam Tayangan Digital
Pembekuan Saham Indonesia oleh MSCI Dinilai Jadi Momentum Reformasi Pasar Modal Nasional