internasional

Ketegangan AS Iran Memanas, Washington Umumkan Imbalan 10 Juta Dolar AS Untuk Informasi Elite Iran

Rabu, 18 Maret 2026 | 16:35 WIB
Menlu AS Marco Rubio. Kebijakan hadiah informasi 10 juta Dolar AS menunjukkan strategi tekanan terbaru Amerika terhadap kepemimpinan Iran. (Dok. Instagram @marcorubio)

MINING 24 JAM - Apakah sayembara Dolar AS 10 juta ini menjadi sinyal eskalasi baru konflik Washington dan Teheran?

Mengapa Amerika Serikat kini secara terbuka memburu lingkaran elite kekuasaan Iran melalui program resmi pemerintahnya?

Program Rewards For Justice Jadi Instrumen Tekanan Baru Washington Terhadap Iran

Pemerintah Amerika Serikat melalui Departemen Luar Negeri mengumumkan imbalan hingga 10 juta Dolar AS melalui program Rewards for Justice Program bagi informasi tokoh penting Iran.

Baca Juga: Mengapa Tiket Pesawat Domestik Naik Saat Mudik Lebaran, Ini Penjelasan Resmi Kementerian Perhubungan Indonesia Terbaru Hari Ini

Program yang dikelola Dinas Keamanan Diplomatik ini disebut sebagai bagian strategi keamanan nasional untuk melacak individu yang dianggap terlibat aktivitas terorisme global menurut Washington.

Media melaporkan kebijakan tersebut merupakan kelanjutan pendekatan tekanan maksimum terhadap Iran.

Mojtaba Khamenei Disebut Target Utama dalam Daftar Informasi Pemerintah Amerika

Nama Mojtaba Khamenei disebut sebagai target utama dalam pengumuman tersebut sebagaimana dilaporkan sejumlah media internasional berdasarkan publikasi resmi Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Baca Juga: Mengapa Saham SIPEF Tidak Tercatat di BEI, DPR Soroti Transparansi Investasi Sawit Asing di Indonesia

Beberapa laporan menyebut Mojtaba dikaitkan dengan struktur kekuasaan Iran pasca wafatnya Ali Khamenei pada Februari 2026 meski dinamika internal Iran tetap menjadi perhatian analis.

Selain Mojtaba, daftar tersebut juga mencantumkan pejabat seperti Ali Asghar Hejazi, Ali Larijani, Eskandar Momeni, Esmail Khatib, dan Yahya Rahim Safavi.

Amerika Menyebut IRGC Sebagai Organisasi Kunci dalam Aktivitas Terorisme Global

Washington kembali menegaskan tuduhan terhadap Islamic Revolutionary Guard Corps sebagai aktor utama dalam berbagai operasi yang dianggap mengancam kepentingan keamanan Amerika.

Baca Juga: Barbie Kumalasari Ungkap Calon Suami Hilang Kontak Saat Konflik Regional, Ini Penjelasan Lengkap Kronologinya

Program ini menargetkan individu yang disebut memimpin jaringan operasional IRGC termasuk cabang luar negeri yang diklaim terlibat perencanaan aksi lintas negara.

Selain imbalan finansial, program ini juga menawarkan kemungkinan relokasi bagi informan sebagai bagian perlindungan saksi yang diatur pemerintah Amerika Serikat.

Halaman:

Tags

Terkini