Total pasokan energi domestik dan transit saat ini mampu menopang kebutuhan energi Thailand hingga sekitar dua bulan.
Pemerintah menegaskan kondisi pasar energi domestik masih stabil dan belum terdampak langsung konflik geopolitik Timur Tengah.
Produksi Energi Domestik Ditingkatkan untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Global
Pemerintah Thailand mempercepat optimalisasi produksi gas alam domestik guna mengurangi risiko ketergantungan impor energi.
Departemen Bahan Bakar Mineral diminta meningkatkan kesiapan produksi melalui penyesuaian jadwal pemeliharaan fasilitas energi.
Optimalisasi pembangkit listrik batu bara dan tenaga air juga menjadi bagian strategi menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.
Data Impor Minyak Tunjukkan Tingginya Ketergantungan Thailand Pada Timur Tengah
S&P Global Commodities at Sea mencatat impor minyak Thailand dari Timur Tengah mencapai hampir setengah juta barel per hari pada 2025.
Volume impor tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 428.200 barel per hari.
Lebih dari separuh impor minyak Thailand pada awal 2026 masih berasal dari kawasan Timur Tengah.
Sebagai konteks, laporan berbagai media ekonomi global sebelumnya menyoroti meningkatnya risiko geopolitik terhadap stabilitas pasar energi dunia.
Pemerintah Thailand menegaskan kebijakan ini bersifat preventif dan bukan karena gangguan pasokan domestik saat ini.****