• Sabtu, 18 April 2026

Kebijakan Energi Thailand Jadi Perhatian Usai Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Distribusi Minyak Dunia

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Selasa, 17 Maret 2026 | 20:50 WIB
Ilustrasi pusat pemantauan energi Thailand yang dibentuk untuk mengawasi dinamika harga minyak global. (Dok. pinterest)
Ilustrasi pusat pemantauan energi Thailand yang dibentuk untuk mengawasi dinamika harga minyak global. (Dok. pinterest)

Total pasokan energi domestik dan transit saat ini mampu menopang kebutuhan energi Thailand hingga sekitar dua bulan.

Baca Juga: Perang Iran Versus Amerika Dan Israel Dinilai Bisa Ubah Peta Politik dan Ekonomi Global Secara Signifikan

Pemerintah menegaskan kondisi pasar energi domestik masih stabil dan belum terdampak langsung konflik geopolitik Timur Tengah.

Produksi Energi Domestik Ditingkatkan untuk Antisipasi Gangguan Pasokan Global

Pemerintah Thailand mempercepat optimalisasi produksi gas alam domestik guna mengurangi risiko ketergantungan impor energi.

Departemen Bahan Bakar Mineral diminta meningkatkan kesiapan produksi melalui penyesuaian jadwal pemeliharaan fasilitas energi.

Baca Juga: Defisit APBN Terancam Tembus 3 Persen Jika Perang Timur Tengah Berkepanjangan, Ini Skenario Pemerintah

Optimalisasi pembangkit listrik batu bara dan tenaga air juga menjadi bagian strategi menjaga stabilitas pasokan listrik nasional.

Data Impor Minyak Tunjukkan Tingginya Ketergantungan Thailand Pada Timur Tengah

S&P Global Commodities at Sea mencatat impor minyak Thailand dari Timur Tengah mencapai hampir setengah juta barel per hari pada 2025.

Volume impor tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada pada kisaran 428.200 barel per hari.

Baca Juga: Strategi Citilink Antisipasi Lonjakan Penumpang Mudik Lebaran 2026 Lewat Pemeriksaan Armada dan Layanan Operasional

Lebih dari separuh impor minyak Thailand pada awal 2026 masih berasal dari kawasan Timur Tengah.

Sebagai konteks, laporan berbagai media ekonomi global sebelumnya menyoroti meningkatnya risiko geopolitik terhadap stabilitas pasar energi dunia.

Pemerintah Thailand menegaskan kebijakan ini bersifat preventif dan bukan karena gangguan pasokan domestik saat ini.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X