MINING 24JAM - Mengapa kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia memicu demonstrasi besar di berbagai kota?
Bagaimana pemerintah Australia menyeimbangkan kepentingan diplomatik, keamanan publik, dan tekanan kelompok aktivis yang menolak kedatangan pemimpin tersebut?
Ribuan Demonstran Turun ke Jalan Tolak Kunjungan Presiden Israel
Ribuan demonstran berkumpul di Sydney dan Melbourne pada 9–10 Februari 2026 untuk menolak kunjungan Presiden Israel Isaac Herzog ke Australia.
Baca Juga: Tiga Tersangka Ditahan KPK, Kasus Suap Restitusi Pajak Seret Kepala KPP dan 12 Korporasi Terkait
Aksi ini merupakan bagian dari “Hari Protes Nasional” yang berlangsung di puluhan kota dan diikuti kelompok aktivis hak asasi manusia serta pendukung Palestina.
Massa menyuarakan penolakan terhadap kebijakan Israel di Gaza dan mendesak pemerintah Australia membatalkan kunjungan resmi yang dianggap kontroversial.
Pengamanan Ketat Polisi Australia Antisipasi Bentrokan dan Kerusuhan
Sekitar 3.000 personel kepolisian dikerahkan di Sydney guna mengamankan kunjungan Herzog dan mengantisipasi potensi bentrokan dengan demonstran.
Baca Juga: Fakta Safe House Korupsi Bea Cukai Dengan Sitaan Rp40,5 Miliar dan Modus Jalur Hijau Impor
Kepolisian menggunakan semprotan merica untuk membubarkan massa yang mencoba memasuki area terbatas di sekitar lokasi acara resmi.
Puluhan orang dilaporkan ditangkap dalam beberapa insiden kericuhan yang terjadi di pusat Kota Sydney selama demonstrasi berlangsung.
Pemerintah Australia Tegaskan Diplomasi dan Solidaritas Komunitas Yahudi
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menegaskan undangan kepada Herzog merupakan bagian dari hubungan diplomatik bilateral dan solidaritas pasca tragedi Bondi Beach Desember 2025.
Menurut Albanese, pemerintah tetap menjamin kebebasan berpendapat, namun menyesalkan terjadinya kekerasan dalam demonstrasi yang berujung penangkapan.
Ia menegaskan keamanan publik dan stabilitas sosial tetap menjadi prioritas selama kunjungan kenegaraan berlangsung di Australia.
Artikel Terkait
Moody’s Dan MSCI Beri Sinyal Risiko Pasar 2026, Ancaman Downgrade Dan Outflow Hantui Investor Global
Pandu Sjahrir Ungkap Investasi Danantara, Siap Masuk Saham Fundamental Sambil Ambil Ekuitas Proyek Energi
Pertemuan 4 Jam di Hambalang, Prabowo dan 5 Konglomerat Bahas Strategi Ekonomi dan Lapangan Kerja
Targe 7 Persen Ekspor Nonmigas Tekstil Terancam Biaya Produksi Tinggi dan Kebijakan Belum Sinkron
Kasus Pajak Rp4 Triliun Terbongkar, DJP dan PPATK Telusuri Aliran Dana Puluhan Korporasi Baja dan Hebel
Kebijakan Tambang Diperketat, 29 IUP Masih Dibekukan Meski 47 Tambang Dinyatakan Patuh Regulasi
KPK Soroti Risiko Korupsi Industri Nikel dari Perizinan Tambang Hingga Ekspor Berdasarkan Kajian
Pengadaan EDC BRI Rp2,2 Triliun Diselidiki, KPK Diminta Tegas Beri Kepastian Hukum Saksi Finnet
Jeff Bezos Hidupkan Washington Post dari Krisis Cetak Menuju Dominasi Langganan Digital Global
Rp7 Miliar Per Bulan Dugaan Suap Impor dalam Skandal Safe House Bea Cukai yang Disidik KPK