• Sabtu, 18 April 2026

Halmahera Arc dan Emas Maluku Utara Ungkap Sejarah Geologi Investasi Tambang dan Masa Depan Ekonomi

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Minggu, 1 Maret 2026 | 10:08 WIB
Ilustrasi aktivitas tambang emas.  Area reklamasi tambang emas memperlihatkan upaya pemulihan lingkungan pasca aktivitas pertambangan modern. (Dok. Kreasi Dola AI)
Ilustrasi aktivitas tambang emas. Area reklamasi tambang emas memperlihatkan upaya pemulihan lingkungan pasca aktivitas pertambangan modern. (Dok. Kreasi Dola AI)

Penggunaan merkuri tanpa pengawasan meningkatkan risiko pencemaran sungai yang menjadi sumber air dan perikanan masyarakat.

Baca Juga: Diskusi Publik Kupas Relasi Negara dan Oligarki dalam Operasi Tambang Nikel Pulau Obi Halmahera

WALHI Maluku Utara menyebut lemahnya pengawasan memperbesar potensi konflik ekologis jangka panjang.

Masalahnya bukan hanya investasi, tetapi tata kelola ruang dan perlindungan masyarakat adat.

Mencari Model Tambang Berkelanjutan di Tengah Boom Mineral Nasional

Korporasi NHM dalam laporan keberlanjutan menyatakan pengelolaan lingkungan dilakukan melalui sistem tailings management dan reklamasi area tambang.

Baca Juga: Reformasi Pasar Didorong untuk Pulihkan Kepercayaan Investor Pasca Penilaian Lembaga Rating

Menurut analis, transisi energi global membuat permintaan emas dan mineral meningkat tajam.

Maluku Utara menjadi episentrum ekonomi mineral Indonesia sekaligus laboratorium kebijakan keberlanjutan tambang.

Pertanyaan utama kini bukan sekadar produksi emas, melainkan bagaimana memastikan masyarakat lokal tetap menjadi pemilik masa depan di tanah mereka sendiri.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X