Sejumlah media nasional sebelumnya melaporkan pemerintah berupaya meningkatkan kualitas belanja melalui penguatan program prioritas dan pengurangan pengeluaran tidak produktif.
Langkah ini juga sejalan dengan upaya meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia melalui penguatan efektivitas investasi dan belanja publik.
Prabowo menegaskan efisiensi akan terus dilanjutkan karena masih banyak ruang penghematan dalam struktur belanja pemerintah pusat.
Ia menekankan bahwa setiap rupiah anggaran negara harus kembali kepada kepentingan rakyat melalui program yang terukur dan berdampak langsung.****
Artikel Terkait
Kebijakan Energi Thailand Jadi Perhatian Usai Konflik Timur Tengah Ganggu Jalur Distribusi Minyak Dunia
Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus, Presiden Tekankan Profesionalisme Penyidikan
Fakta Penyegelan 1.601 Hektare Lahan PIK 2 Oleh Satgas PKH dan Dampaknya Bagi Investasi Properti
Swasembada Solar Indonesia 2026, Ini Dampak Besar Bagi Ekonomi, Impor Energi, dan Stabilitas Harga BBM
Trump Klaim Serangan Pulau Kharg Iran, Fasilitas Militer Dihantam, Minyak Sengaja Tidak Disasar AS
Ketegangan AS Iran Memanas, Washington Umumkan Imbalan 10 Juta Dolar AS Untuk Informasi Elite Iran
Target Produksi Batu Bara Indonesia 2026 Hampir 400 Juta Ton, Ini Strategi ESDM Menjaga Stabilitas Energi
Pipa Kirkuk Ceyhan Kembali Disiapkan Irak Jadi Solusi Alternatif Ekspor Minyak Saat Selat Hormuz Terganggu
Makna Politik Pertemuan Prabowo Megawati: Konsolidasi Elite Jaga Stabilitas Indonesia Hadapi Tantangan Global
Prabowo Tegaskan Penegakan Hukum dalam Kasus Penyiraman Aktivis, Demokrasi Jadi Taruhan