MINING 24 JAM - Apa arti kepergian seorang mantan Wakil Presiden bagi perjalanan sejarah Indonesia modern?
Bagaimana sosok militer yang puluhan tahun mengabdi dikenang melalui prosesi penghormatan terakhir negara?
Penghormatan Terakhir Negara Untuk Try Sutrisno, Sosok Prajurit Hingga Wakil Presiden Republik Indonesia
Indonesia memberikan penghormatan terakhir kepada Wakil Presiden RI ke-6 Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno melalui pemakaman kenegaraan di TMP Kalibata, Senin (2/3/2026).
Baca Juga: Danantara Fokus Lindungi Pelaku Usaha Kecil Sambil Dorong Korporasi Jadi Pemain Global Strategis
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara sekaligus memimpin langsung seluruh rangkaian prosesi pemakaman yang berlangsung penuh khidmat.
Prosesi kenegaraan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas perjalanan panjang pengabdian almarhum di bidang militer dan pemerintahan nasional.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa negara mempersembahkan jiwa raga dan jasa almarhum kepada Ibu Pertiwi atas dedikasinya bagi bangsa Indonesia.
Baca Juga: APPSI Tegaskan Komitmen Pedagang Pasar Tradisional Dukung Program Stabilitas Harga Pangan
Prosesi Militer Khidmat Warnai Penghormatan Nasional Kepada Mantan Wakil Presiden Indonesia
Upacara diawali pembacaan Apel Persada oleh Presiden sebagai simbol penghormatan resmi negara kepada tokoh yang telah wafat dalam pengabdian kepada bangsa.
Setelah amanat upacara, peti jenazah yang diselimuti Bendera Merah Putih diturunkan ke liang lahat dengan iringan penghormatan militer dan lagu Gugur Bunga.
Presiden Prabowo Subianto kemudian melakukan tabur bunga serta memberikan penghormatan terakhir di hadapan keluarga besar dan tamu undangan kenegaraan.
Suasana upacara berlangsung tertib dan penuh rasa hormat, menegaskan nilai tradisi militer dalam mengenang jasa para pemimpin nasional Indonesia.
Perjalanan Karier Try Sutrisno Dari Prajurit Hingga Wakil Presiden Republik
Try Sutrisno meniti karier panjang di TNI sebelum dipercaya memegang jabatan strategis nasional sebagai Panglima ABRI periode 1988–1993.
Artikel Terkait
Kematian Ali Khamenei Guncang Stabilitas Iran dan Timur Tengah, Apa Dampaknya Terhadap Politik Global
Menguak Emas Tumpang Pitu Banyuwangi, dari Warisan Blambangan Hingga Tambang Strategis Energi
Sorotan Mengarah ke Pulau Gebe Saat Industri Nikel Diuji Isu Lingkungan dan Kepatuhan Hukum
Konflik Iran Memanas. Jusuf Kalla Peringatkan Risiko BBM Langka Indonesia Akibat Serangan AS dan Israel
Ramadan 2026 Mendekat, Pemerintah Tegaskan Stok Pangan Nasional Surplus Tak Bergantung Impor
Ketahanan Energi Indonesia Hanya Dua Pekan Jadi Alarm Serius Saat Konflik Timur Tengah Memanas
Pasar Tradisional Jadi Kunci Stabilitas Harga Pangan Nasional, Ini Strategi APPSI Bersama Pemerintah
Intervensi Cabai Lintas Pulau Jadi Solusi Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Tahun 2026
Impor Pik Up 4x4 Dari India Tuai Kritik, Proyek Kopdes Merah Putih Dinilai Abaikan Industri Dalam Negeri
Didik J. Rachbini Ungkap Pesan Kebangsaan Try Sutrisno Tentang Demokrasi, Pancasila, dan Masa Depan Reformasi