MINING 24 JAM - Apakah pergantian pemimpin tertinggi Iran setelah kematian Ali Khamenei akan memicu konflik geopolitik baru di Timur Tengah?
Mengapa Tiongkok secara terbuka mendukung Mojtaba Khamenei dan memperingatkan Amerika Serikat serta Israel agar tidak ikut campur dalam suksesi politik Iran?
Dinamika politik Iran memicu ketegangan baru di panggung global setelah Tiongkok secara resmi menyatakan dukungan terhadap Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul laporan kematian Ali Khamenei akibat serangan militer Amerika Serikat dan Israel yang memicu eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Guo Jiakun, menegaskan bahwa proses suksesi kepemimpinan Iran merupakan urusan domestik yang sah sesuai konstitusi negara tersebut.
Guo Jiakun menekankan bahwa setiap bentuk intervensi asing terhadap proses politik Iran berpotensi memperburuk stabilitas kawasan yang sudah rapuh.
Baca Juga: Ancaman Krisis Bantuan Pangan AS Muncul Ketika Kebuntuan Anggaran Kongres Belum Terselesaikan
Dukungan Resmi Tiongkok untuk Mojtaba Khamenei dalam Suksesi Kepemimpinan Iran
Pemerintah Tiongkok menyampaikan dukungan terbuka terhadap Mojtaba Khamenei sebagai pemimpin tertinggi Iran yang baru menggantikan ayahnya, Ali Khamenei.
Menurut Guo Jiakun, proses pergantian kepemimpinan tersebut merupakan mekanisme internal Iran yang harus dihormati oleh seluruh komunitas internasional.
“Pergantian kepemimpinan di Iran adalah urusan internal yang sah sesuai konstitusi Iran dan tidak boleh dicampuri pihak luar,” kata Guo Jiakun.
Sikap ini memperlihatkan posisi diplomatik Tiongkok yang menekankan prinsip kedaulatan negara serta non-intervensi dalam urusan domestik negara lain.
Ketegangan Timur Tengah Meningkat Setelah Serangan Militer AS dan Israel
Situasi kawasan Timur Tengah dilaporkan semakin memanas setelah rangkaian serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap wilayah Iran.