• Sabtu, 18 April 2026

Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Rabu, 11 Maret 2026 | 10:40 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pentingnya fondasi ekonomi kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan. (Instagram.com @Menkeuri)
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pentingnya fondasi ekonomi kuat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan. (Instagram.com @Menkeuri)

MINING 24 JAM - Apakah lonjakan harga minyak dunia menjelang Idulfitri dapat mengganggu stabilitas fiskal Indonesia?

Seberapa kuat sebenarnya anggaran negara menghadapi tekanan energi global yang kerap memicu gejolak ekonomi?

Pemerintah Pastikan Ketahanan Fiskal Hadapi Kenaikan Harga Energi Global

Pemerintah memastikan ketahanan fiskal Indonesia masih kuat menghadapi kenaikan harga minyak global yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: 20 Poin Rencana Perdamaian Gaza Dijelaskan KSP, Termasuk Status Gaza dan Masa Depan Palestina

Pernyataan tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan pada Selasa (10/3/2026).

Ia menegaskan bahwa kenaikan harga energi global belum memberikan tekanan signifikan terhadap anggaran subsidi energi pemerintah.

“Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari,” ujar Purbaya Yudhi Sadewa. 

Baca Juga: Investasi Tambang Emas Tumpang Pitu Dinilai Dorong Ekonomi Namun Warga Soroti Perubahan Sosial Sekitar

Menurutnya, perhitungan subsidi energi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara dilakukan menggunakan asumsi harga minyak rata-rata sepanjang tahun.

Perhitungan Subsidi Energi Menggunakan Asumsi Harga Minyak Tahunan Stabil

Purbaya menjelaskan bahwa perencanaan subsidi energi pemerintah menggunakan asumsi harga minyak sekitar 70 Dolar AS per barel.

Pendekatan ini memungkinkan pemerintah menyerap fluktuasi harga energi yang terjadi dalam jangka pendek tanpa mengganggu stabilitas anggaran.

Baca Juga: Investasi Tambang Emas Tumpang Pitu Dinilai Dorong Ekonomi Namun Warga Soroti Perubahan Sosial Sekitar

“Subsidi energi dihitung untuk satu tahun penuh, dengan asumsi rata-rata harga sekitar 70,” kata Purbaya Yudhi Sadewa.

Dengan perhitungan tersebut, kenaikan harga energi selama beberapa hari belum cukup memengaruhi struktur anggaran negara.

Kebijakan ini menjadi salah satu instrumen pemerintah menjaga stabilitas fiskal di tengah volatilitas harga komoditas global.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X