• Sabtu, 18 April 2026

Harga Minyak Global Tembus 113 Dolar AS, SBY Ungkap Strategi Hadapi Risiko Krisis Energi Dunia

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Rabu, 1 April 2026 | 16:17 WIB
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memantau aktivitas industri energi global yang terdampak konflik geopolitik sehingga memicu volatilitas harga minyak dunia sepanjang tahun 2026. (Dok. Instagram @sb.yudhoyono)
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memantau aktivitas industri energi global yang terdampak konflik geopolitik sehingga memicu volatilitas harga minyak dunia sepanjang tahun 2026. (Dok. Instagram @sb.yudhoyono)

Menurutnya, pendekatan ini terbukti membantu menjaga stabilitas sosial ketika terjadi penyesuaian harga energi.

Baca Juga: Harga BBM Tidak Naik: Pemerintah Terapkan B50 dan Atur Pembelian MyPertamina, Ini Tujuan Kebijakan Energi

Pentingnya Perlindungan Daya Beli Masyarakat di Tengah Ketidakpastian Global

SBY menilai kelompok usia produktif menjadi salah satu segmen paling terdampak karena berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan konsumsi harian.

Ia mendorong kampanye penghematan energi nasional sebagai bagian dari strategi jangka pendek menghadapi tekanan harga global.

SBY menyebut efisiensi konsumsi energi dapat menjadi langkah praktis yang melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.

Baca Juga: Kebijakan Work From Home ASN Disiapkan, Ini Tujuan Strategis Pemerintah Dorong Efisiensi Energi

Ia juga menekankan pentingnya menjaga optimisme publik agar konsumsi domestik tetap stabil sebagai penopang pertumbuhan ekonomi.

Menurutnya, stabilitas psikologis pasar domestik sama pentingnya dengan stabilitas indikator ekonomi makro.

Optimisme Indonesia Hadapi Risiko Krisis Energi Tahun 2026

SBY menyatakan dukungannya terhadap langkah pemerintah saat ini dalam mempersiapkan berbagai skenario kebijakan menghadapi ketidakpastian global.

Baca Juga: KBLI 2025 Diterapkan, Ini Manfaatnya Bagi Pengusaha dan Investor dalam Ekosistem Perizinan Usaha

Ia menyebut koordinasi kebijakan fiskal dan energi menjadi faktor penting menjaga stabilitas ekonomi nasional.

SBY menilai Indonesia memiliki pengalaman institusional yang cukup dalam menghadapi tekanan harga komoditas global.

Ia menambahkan bahwa disiplin kebijakan dan ketenangan pengambilan keputusan menjadi kunci menghadapi situasi ekonomi global yang dinamis.

Baca Juga: Target Tiba Oktober 2026 Kapal Induk Giuseppe Garibaldi untuk Misi Kemanusiaan dan Komando Operasi Regional

SBY menutup dengan menegaskan bahwa Indonesia memiliki fondasi ekonomi cukup kuat untuk menghadapi tantangan harga minyak dunia 2026.****

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X