Ia meminta kepala daerah memastikan lingkungan pasar bersih, aman, serta nyaman bagi pedagang dan konsumen.
“Pemerintah daerah harus mendukung pasar tradisional supaya pedagang bisa berdagang dengan baik,” tegas Sudaryono.
Isu revitalisasi pasar rakyat sebelumnya menjadi sorotan berbagai media nasional karena berkaitan langsung dengan inflasi pangan dan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.
Keberadaan pasar tradisional dinilai menjaga keseimbangan harga karena distribusi barang berlangsung lebih pendek dibanding rantai ritel modern.
Baca Juga: Serangan Israel - AS Ke Iran Picu Spekulasi Kematian Ali Khamenei dan Ketegangan Regional Meningkat
APPSI Dorong Pengawasan Harga dan Pencegahan Penimbunan Barang Pangan
Dalam arahannya, Sudaryono meminta anggota APPSI berani melaporkan praktik pelanggaran perdagangan yang merugikan masyarakat.
Ia menegaskan tindakan menaikkan harga di atas harga eceran tertinggi maupun penimbunan barang merupakan pelanggaran serius.
“Kalau ada penimbunan atau harga di atas ketentuan, kita laporkan duluan karena itu merugikan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas Usai Operasi Preemptive AS - Israel Targetkan Infrastruktur Strategis Iran
Langkah tersebut memperlihatkan perubahan peran pedagang dari sekadar pelaku ekonomi menjadi mitra pengawasan distribusi pangan nasional.
Kolaborasi Petani Pedagang dan UMKM Dorong Kesejahteraan Ekonomi Berkelanjutan Nasional
Sudaryono menutup agenda dengan menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pelaku ekonomi rakyat dalam menciptakan kesejahteraan berkelanjutan.
Ia meminta kader APPSI aktif turun ke lapangan untuk mengidentifikasi persoalan distribusi, produksi, maupun perdagangan.
“Tugas kita adalah mencari masalah, menemukan masalahnya, dan menyelesaikan masalah itu,” pungkas Sudaryono.