MINING 24 JAM - Benarkah Presiden Prabowo Subianto menggunakan dua pesawat kepresidenan setiap kali melakukan kunjungan luar negeri?
Mengapa isu penggunaan fasilitas negara kembali mencuat, dan bagaimana klarifikasi resmi pemerintah menjawab keraguan publik?
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan Presiden Prabowo Subianto hanya menggunakan satu pesawat kepresidenan saat kunjungan luar negeri, membantah kabar penggunaan dua pesawat kenegaraan.
Baca Juga: Rp 992 Triliun Perputaran Uang PETI Terbongkar PPATK Aliran Dana Emas Ilegal Menembus Luar Negeri
Klarifikasi tersebut disampaikan Teddy di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Selasa, 3 Februari 2026, merespons isu yang beredar luas di ruang publik dan media sosial.
Pemerintah menilai pelurusan informasi penting untuk mencegah disinformasi yang berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap penyelenggaraan pemerintahan.
Klarifikasi Istana Soal Isu Dua Pesawat Kepresidenan
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya secara tegas menyatakan kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kepresidenan ke luar negeri tidak benar.
Menurut Teddy, Presiden Prabowo hanya menggunakan satu pesawat kepresidenan yang dioperasikan oleh korporasi maskapai nasional Garuda Indonesia.
Ia menegaskan, narasi dua pesawat kenegaraan merupakan informasi keliru yang tidak sesuai dengan fakta perjalanan resmi Presiden.
Teddy menyampaikan klarifikasi tersebut untuk memastikan publik memperoleh informasi yang akurat dan berbasis data resmi pemerintah.
Baca Juga: Harga Pangan Melandai Awal 2026, Deflasi Januari Jadi Indikator Efektivitas Intervensi Pemerintah
Penjelasan Soal Pesawat Pendukung TNI Angkatan Udara
Teddy menjelaskan, terdapat pesawat tambahan milik TNI Angkatan Udara yang berfungsi sebagai pesawat pendukung, bukan pesawat kepresidenan.
Pesawat TNI Angkatan Udara tersebut digunakan untuk mengangkut perangkat Presiden yang wajib hadir sesuai ketentuan perundang-undangan.
Artikel Terkait
Nomura Ikuti Goldman Sachs, Risiko Capital Outflow 13 Miliar Dolar AS Bayangi Pasar Saham Indonesia
Ungkap 3 Penyebab Saham Anjlok, Koreksi Dinilai Wajar Usai Valuasi Tinggi Tak Sejalan Fundamental
Edukasi Jadi Kunci, Anindya Bakrie Nilai Saham Gorengan Ancaman Kredibilitas Pasar Modal Indonesia
Pidato Prabowo Ungkap Konsolidasi 1.000 Korporasi Negara Dengan Aset 1,04 Triliun Dolar AS Terpadu
Prabowo Kritik Bonus Direksi BUMN Puluhan Miliar Di Tengah Kredit Bank Himbara Rp5.000 Triliun
Gerakan Pangan Murah Naik 71 Persen, Bapanas Optimistis Harga Pangan Stabil Jelang Ramadan
Kasus IPO PIPA Disorot Bareskrim, Tiga Tersangka Baru dan Dugaan Manipulasi Pasar Saham Nasional
Status Buronan Internasional, Ruang Gerak Riza Chalid Menyempit Usai Pengumuman Red Notice Interpol
Amerika Serikat Perkuat Rantai Pasok Global Lewat Investasi 1,6 Miliar Dolar AS di Vietnam
PPATK Ungkap Dana Emas Ilegal Rp 992 Triliun dari Tambang Ilegal dan Jaringan Ekspor Gelap