• Sabtu, 18 April 2026

Gangguan Jalur Minyak Dunia Picu Kenaikan Harga Energi, Ini Risiko Besar Bagi Ekonomi Global

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Rabu, 15 April 2026 | 06:55 WIB
Harga energi melonjak akibat konflik yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Menteri Energi AS Chris Wright. (Dok. Instagram @secretarywright)
Harga energi melonjak akibat konflik yang mengganggu jalur distribusi minyak dunia. Menteri Energi AS Chris Wright. (Dok. Instagram @secretarywright)

NEWS SUMMARY:

  • Selat Hormuz menjadi kunci stabilitas harga energi global dalam situasi geopolitik yang memanas
  • Lonjakan harga minyak berisiko meningkatkan biaya hidup dan menekan pertumbuhan ekonomi dunia
  • Pemulihan pasar energi bergantung pada berakhirnya konflik dan normalisasi distribusi global

MINING 24 JAM - Mengapa Selat Hormuz kembali menjadi pusat perhatian dunia energi global?

Apakah konflik terbaru akan memicu gelombang kenaikan harga minyak yang lebih besar dari sebelumnya?

Peringatan Amerika Serikat Soal Lonjakan Harga Energi Global

Menteri Energi Amerika Serikat Chris Wright memperingatkan bahwa harga minyak dunia berpotensi melonjak dalam waktu dekat.

Baca Juga: Masuk BRICS, Indonesia Perkuat Posisi Global dan Buka Peluang Kerja Sama Ekonomi dengan Rusia

Pernyataan itu disampaikan di Washington pada Senin (13/4/2026) dalam konferensi ekonomi global yang dihadiri pelaku industri energi.

Ia menilai gangguan distribusi melalui Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong kenaikan harga energi saat ini.

Gangguan Selat Hormuz Picu KetidakpastianSAZ Pasokan Minyak Dunia

Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang menghubungkan produsen minyak Timur Tengah dengan pasar global di Asia dan Eropa.

Baca Juga: Airlangga Ungkap Rahasia Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global dan Krisis Dunia

Sejak konflik antara Amerika Serikat dan Iran meningkat pada akhir Februari, akses pelayaran di kawasan tersebut menjadi terganggu.

Kondisi ini menyebabkan pasar minyak bereaksi cepat dengan lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa pekan terakhir.

Normalisasi Distribusi Energi Diprediksi Tidak Akan Terjadi Cepat

Wright menegaskan bahwa harga energi baru akan stabil setelah konflik berakhir dan arus distribusi kembali normal sepenuhnya.

Baca Juga: IMF Ungkap Dampak Asimetris Konflik Iran Harga Global Diprediksi Sulit Turun Dalam Waktu Lama

Namun, ia memperingatkan bahwa penurunan harga tidak akan terjadi secara instan meskipun kondisi mulai membaik.

“Presiden Donald Trump memahami bahwa gangguan jangka pendek akan mendorong harga naik,” kata Wright.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X