energi

Pemerintah Pastikan Pasokan LPG Aman Meski Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Global

Kamis, 9 April 2026 | 09:50 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan keterangan soal keamanan pasokan LPG nasional di tengah dinamika geopolitik global di Istana Negara Jakarta. (Dok. Instagram @bahlilahadalia)

MINING 24 JAM - Apakah pasokan LPG Indonesia benar-benar aman ketika konflik global mengganggu jalur energi dunia?

Mengapa pemerintah yakin Indonesia tidak terdampak penutupan Selat Hormuz yang selama ini dikenal sebagai jalur vital minyak global?

Pemerintah Pastikan Stok LPG Nasional Aman Meski Gejolak Global

Pemerintah memastikan pasokan LPG nasional tetap aman meski terjadi dinamika geopolitik global akibat penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur distribusi energi dunia.

Baca Juga: Program Biodiesel B50 Diharapkan Tingkatkan Serapan Sawit Domestik dan Stabilkan Sektor Energi Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan cadangan LPG nasional saat ini berada dalam kondisi aman dengan ketahanan di atas sepuluh hari.

"Alhamdulillah sekarang cadangan kita untuk LPG kapasitasnya sudah di atas 10 hari," kata Bahlil Lahadalia, Menteri ESDM di Istana Negara, Rabu (08/04/2026).

Diversifikasi Pasokan Energi Jadi Strategi Hadapi Ketidakpastian Geopolitik Global

Pemerintah menerapkan strategi diversifikasi pasokan LPG dengan menggandeng sejumlah negara mitra seperti Amerika Serikat, Australia, serta beberapa negara pemasok energi lainnya.

Baca Juga: BPS Catat Harga Gabah Tak Pernah Jatuh di Bawah HPP, Apa Dampaknya Bagi Petani Indonesia

Menurut Bahlil Lahadalia, Indonesia tidak bergantung pada Selat Hormuz karena sumber impor LPG nasional berasal dari berbagai negara yang memiliki jalur distribusi berbeda.

"Kita sudah ambil dari Australia, dari Amerika dan beberapa negara lain," ujar Bahlil Lahadalia.

Pemerintah Siapkan Alternatif Impor Minyak Mentah dari Berbagai Negara Mitra

Selain LPG, pemerintah juga melakukan diversifikasi impor minyak mentah guna menjaga ketahanan energi nasional dari risiko gangguan rantai pasok global.

Baca Juga: Konflik Geopolitik Dorong Harga Minyak Dunia Naik, Ini Dampaknya Bagi Ekonomi dan Investor Domestik

Bahlil Lahadalia menjelaskan sekitar 20 hingga 25 persen impor minyak mentah Indonesia sebelumnya melewati kawasan Selat Hormuz.

"Total yang kita ambil dari Selat Hormuz untuk crude sekitar 20–25 persen," kata Bahlil Lahadalia.

Halaman:

Tags

Terkini