• Sabtu, 18 April 2026

Pasokan Minyak Mentah Dijaga Meski Kapal Tanker Pertamina Masih Menunggu Jalur Aman Selat Hormuz

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Rabu, 11 Maret 2026 | 13:38 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kapal tanker Pertamina Pride menjadi bagian penting rantai pasok minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. (Dok. Instagram @bahlillahdalia)
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Kapal tanker Pertamina Pride menjadi bagian penting rantai pasok minyak mentah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional. (Dok. Instagram @bahlillahdalia)

MINING 24 JAM - Mengapa dua kapal tanker Pertamina masih tertahan di Teluk Arab ketika ketegangan geopolitik meningkat di Timur Tengah?

Apakah konflik regional dapat mempengaruhi pasokan energi Indonesia yang bergantung pada jalur Selat Hormuz?

Ketegangan Timur Tengah Memengaruhi Jalur Pelayaran Energi Strategis Dunia

Ketegangan geopolitik di Timur Tengah kembali mempengaruhi jalur distribusi energi global, termasuk aktivitas pelayaran kapal tanker milik Pertamina di Teluk Arab.

Baca Juga: Ketahanan Energi Indonesia Jadi Sorotan Saat Harga Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Ini Kata Prabowo

Dua kapal tanker Indonesia masih berada di kawasan tersebut karena menunggu kondisi aman untuk keluar melalui Selat Hormuz yang merupakan jalur energi strategis dunia.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan proses negosiasi pembebasan kapal tersebut sedang berlangsung.

Pemerintah Optimistis Negosiasi Pembebasan Kapal Segera Rampung

Menurut Bahlil, pemerintah sedang melakukan komunikasi intensif dengan pihak terkait guna memastikan kapal Pertamina dapat keluar dari kawasan tersebut dengan aman.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Rupiah di Tengah Tekanan Pasar Global

“Ada dua kapal, dua kargo, itu masih dalam negosiasi, insyaallah sebentar lagi selesai, doakan ya,” kata Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Pernyataan ini menjadi sinyal optimisme pemerintah bahwa proses penyelesaian situasi tersebut tidak akan berlangsung lama.

Diplomasi Indonesia dengan Iran Untuk Menjaga Keamanan Pelayaran

Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI sebelumnya memastikan pemerintah terus berdialog dengan otoritas Iran terkait keselamatan kapal tanker Pertamina di kawasan strategis tersebut.

Baca Juga: Riset Swiss Ungkap Peran AI Dalam Jurnalisme Modern Tidak Gantikan Fungsi Utama Jurnalis di Ruang Redaksi

Langkah diplomasi ini dilakukan karena jalur pelayaran Selat Hormuz merupakan salah satu rute distribusi energi paling vital di dunia.

Dialog diplomatik dilakukan untuk memastikan keselamatan awak kapal, keamanan kargo energi, serta kelancaran distribusi minyak mentah yang menjadi kebutuhan penting Indonesia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X