• Sabtu, 18 April 2026

Penutupan Selat Hormuz Picu Kekhawatiran Energi Nasional, Cadangan BBM Aman untuk 20 Hari Saja

Photo Author
Tim 24 Jam News, Mining 24 Jam
- Jumat, 6 Maret 2026 | 11:19 WIB
Peta Selat Hormuz (tanda panah). Tanker minyak di kawasan Teluk Persia menuju Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)
Peta Selat Hormuz (tanda panah). Tanker minyak di kawasan Teluk Persia menuju Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan minyak dunia. (Dok. Kreasi Dola AI)

Ketergantungan Impor Energi Indonesia Rentan Terhadap Guncangan Pasar Global

Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi minyak dunia yang mengalirkan sekitar 20 persen pasokan minyak global setiap hari.

Gangguan pada jalur tersebut secara historis sering memicu lonjakan harga minyak mentah di pasar internasional karena banyak negara bergantung pada distribusi energi kawasan Teluk.

Baca Juga: Konflik Iran - AS Memanas, Penutupan Selat Hormuz Picu Lonjakan Harga Minyak Dunia Hingga 78 Dolar

Bagi Indonesia, ketergantungan pada impor minyak menjadikan setiap gangguan pasokan global berpotensi memengaruhi neraca perdagangan, subsidi energi, serta stabilitas harga BBM domestik.

Kondisi serupa pernah menjadi perhatian berbagai lembaga internasional yang menilai keamanan jalur pelayaran energi global sangat menentukan stabilitas ekonomi negara pengimpor energi.

Langkah Pemerintah Diversifikasi Pasokan Energi Hadapi Krisis Global

Pada akhir 2025, Dirut Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, sempat mendapat sorotan setelah berhasil mendatangkan satu juta barel minyak mentah dari Aljazair menggunakan kapal MT Spyros.

Baca Juga: Kesepakatan Dagang Indonesia - AS Berubah Arah, Usai Kebijakan Tarif Baru Trump Picu Ketidakpastian Ekonomi

Pengadaan tersebut dipandang sebagai langkah strategis untuk menjaga pasokan energi di tengah dinamika geopolitik global yang tidak menentu.

Namun Uchok menilai langkah tersebut belum cukup jika krisis distribusi minyak internasional berlangsung dalam jangka waktu lebih panjang.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM menyatakan telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi, termasuk optimalisasi cadangan nasional, diversifikasi sumber impor, serta percepatan distribusi dari kilang domestik.

Baca Juga: Macron Perkuat Arsenal Nuklir Prancis Saat Dunia Hadapi Ancaman Keamanan Multikrisis Internasional

Meski demikian, pernyataan Uchok menunjukkan sebagian pengamat masih meragukan daya tahan sistem energi nasional apabila krisis global berlangsung lebih dari beberapa pekan.****

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Budi Purnomo

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X