MINING 24 JAM - Apakah lonjakan harga saham ribuan persen selalu mencerminkan kinerja korporasi yang sehat dan transparan?
Mengapa regulator pasar modal turun langsung melakukan penggeledahan di pusat bisnis Jakarta demi menjaga kepercayaan investor?
OJK Geledah Kantor Korporasi Sekuritas dalam Penyelidikan Dugaan Manipulasi Saham
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melakukan penggeledahan kantor korporasi di PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia (MASI) di kawasan Sudirman Central Business District Jakarta pada Rabu (04/03/2026) terkait penyidikan tindak pidana pasar modal.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Tembus 81 Dolar AS, Apa Strategi Pemerintah Menjaga Stabilitas Ekonomi Nasional
Langkah tersebut merupakan bagian pengembangan perkara dugaan manipulasi informasi fakta material dan transaksi semu dalam penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO).
Penyidik OJK mendalami dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal yang berkaitan dengan keterbukaan informasi dan praktik perdagangan tidak wajar.
Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan dan Komunikasi OJK, M. Ismail Riyadi, menegaskan tindakan tersebut merupakan komitmen menjaga integritas sistem keuangan nasional.
Menurut M. Ismail Riyadi, OJK konsisten melakukan penegakan hukum guna melindungi investor serta menjaga kepercayaan publik terhadap industri pasar modal Indonesia.
Dugaan Manipulasi Informasi IPO dan Transaksi Semu Saham BEBS Terungkap
Penyidikan menemukan dugaan tidak dilaporkannya pihak afiliasi penerima fixed allotment dalam IPO serta laporan penggunaan dana yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.
OJK juga mengidentifikasi dugaan transaksi semu antarpihak terafiliasi yang melibatkan tujuh entitas korporasi dan 58 pihak perorangan nominee.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Berpotensi Naik, Indonesia Perkuat Strategi Impor Energi Demi Stabilitas Nasional
Transaksi tersebut dieksekusi enam operator di bawah kendali tersangka dan diduga mendorong harga saham PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) melonjak hingga sekitar 7.150 persen di pasar reguler.
Perkara ini terjadi sepanjang 2020 hingga 2022 dengan dugaan keterlibatan beneficial owner PT BEBS berinisial ASS serta mantan Direktur Investment Banking PT MASI berinisial MWK.
Artikel Terkait
Intervensi Cabai Lintas Pulau Jadi Solusi Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Tahun 2026
Impor Pik Up 4x4 Dari India Tuai Kritik, Proyek Kopdes Merah Putih Dinilai Abaikan Industri Dalam Negeri
Didik J. Rachbini Ungkap Pesan Kebangsaan Try Sutrisno Tentang Demokrasi, Pancasila, dan Masa Depan Reformasi
Prosesi Pemakaman Kenegaraan Try Sutrisno Dipimpin Prabowo Subianto, Tradisi Militer dan Sejarah Bangsa
Pasokan Energi Dipantau Ketat Setelah Konflik Iran Piicu Ketidakpastian Distribusi Minyak Global
Kasus Tambang Emas Tumpang Pitu Kembali Mencuat, Laporan Dugaan Korupsi Lahan Kompensasi Masih di KPK
Eskalasi Militer Israel - Iran Dorong Dunia Menuju Ketidakpastian Geopolitik dan Ancaman Krisis Energi
Pertemuan Strategis, Prabowo Paparkan Langkahnya Hadapi Geopolitik Global dan Ketahanan Nasional
Selat Hormuz Jadi Sorotan Dunia, Indonesia Susun Strategi Lindungi Pasokan BBM Dalam Negeri
Konflik Timur Tengah Guncang Pasar Energi Dunia, Indonesia Bersiap Hadapi Risiko Ekonomi Global