ekonomi

Proyeksi Ekonomi Indonesia Diperdebatkan Pengamat dan Pemerintah, Ini Makna Data PMI Dan Risiko Global

Kamis, 2 April 2026 | 12:33 WIB
Managing Director PEPS, Anthony Budiawan menilai kritik pengamat ekonomi penting sebagai sistem peringatan dini untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia di tengah tekanan global. (Instagram.com @anthony_budiawan)

MINING 24 JAM - Seberapa siap ekonomi Indonesia menghadapi potensi badai global jika indikator positif hanya bersifat sementara?

Apakah kritik pengamat justru menjadi alarm penting sebelum tekanan ekonomi benar-benar terjadi?

Ketidakpastian ekonomi global akibat konflik Iran kembali memunculkan perdebatan mengenai ketahanan ekonomi Indonesia serta efektivitas indikator ekonomi jangka pendek.

Baca Juga: Strategi Turnaround Garuda Terlihat di 2026 Setelah Injeksi Modal Jumbo dan Restrukturisasi Operasional

Managing Director PEPS (Political Economy and Policy Studies), Anthony Budiawan, menyatakan pandangan kritis pengamat ekonomi seharusnya dilihat sebagai early warning system kebijakan nasional.

Ia menilai pendekatan antisipatif penting agar risiko pelebaran defisit fiskal, tekanan rupiah, dan capital outflow dapat dikelola sejak dini.

Fungsi Kritik Ekonomi Sebagai Sistem Peringatan Dini Kebijakan Nasional

Anthony Budiawan mengatakan kritik pengamat merupakan bagian penting dari mekanisme kontrol publik terhadap arah kebijakan ekonomi pemerintah.

Baca Juga: WFH ASN dan Gerakan Hemat Energi Nasional, Ini Sektor yang Tetap Wajib Bekerja dari Kantor Setiap Hari

Ia menjelaskan prediksi risiko ekonomi bertujuan mencegah dampak lebih besar melalui perbaikan kebijakan sejak tahap awal.

Menurut dia, negara dengan kebijakan adaptif biasanya justru aktif menyerap masukan akademisi dan praktisi ekonomi.

Risiko Depresiasi Rupiah dan Arus Modal Keluar Investor Global

Anthony Budiawan menilai konflik geopolitik meningkatkan kecenderungan investor global memindahkan dana menuju aset safe haven yang dianggap lebih aman.

Baca Juga: Risiko Nyata Misi Perdamaian Dunia, Setelah Insiden Gugurnya Prajurit TNI di Wilayah Konflik Lebanon Selatan

Ia menyebut kondisi ini berpotensi menekan nilai tukar rupiah serta meningkatkan biaya pembiayaan fiskal nasional.

Ia juga mengingatkan potensi defisit fiskal melewati batas tiga persen apabila tekanan ekonomi global berlanjut.

Halaman:

Tags

Terkini