Rosan menilai langkah ini sebagai lompatan besar yang dapat membawa Indonesia naik kelas dari pasar digital menjadi produsen teknologi.
Baca Juga: Rencana Impor Pikap Kopdes Jadi Ujian Sinkronisasi Kebijakan Industri dan Pembangunan Ekonomi Desa
Belajar dari Ketergantungan Chip Dunia dan Momentum Transformasi Ekonomi Digital
Krisis chip global sejak pandemi COVID-19 memperlihatkan ketergantungan banyak negara terhadap produsen semikonduktor tertentu.
Sejumlah laporan World Semiconductor Trade Statistics menunjukkan nilai industri chip global telah melampaui 600 miliar Dolar AS pada 2025.
Indonesia sebelumnya lebih dikenal sebagai pasar elektronik dan basis manufaktur perakitan dibanding pusat inovasi desain chip.
Baca Juga: Industri Otomotif Indonesia Jadi Pasar, Kritik Makin Menguat Atas Rencana Impor Pick Up Dari India
Pemerintah kini mendorong strategi leapfrog teknologi untuk mengejar ketertinggalan tanpa harus membangun seluruh rantai produksi sekaligus.
Langkah serupa pernah dilakukan Korea Selatan dan Taiwan ketika memulai industri semikonduktor melalui investasi desain dan pengembangan SDM.
Target Kedaulatan Digital dan Tantangan Implementasi Ekosistem Semikonduktor Indonesia
Airlangga menjelaskan kerja sama ini merupakan arahan langsung Presiden Prabowo untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional.
Ia menyebut penguasaan semikonduktor melengkapi agenda ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi ekonomi masa depan Indonesia.
Menurut pernyataan resmi Arm Limited di situs korporasi, kolaborasi global pengembangan talenta merupakan strategi memperluas ekosistem inovasi chip dunia.
Airlangga menambahkan Indonesia tidak harus langsung membangun fabrikasi mahal, melainkan memperkuat desain dan riset sebagai pintu masuk industri.
Rosan Roeslani menegaskan Danantara akan menjadi leading sector pengembangan ekosistem semikonduktor nasional guna menciptakan kedaulatan teknologi jangka panjang.****