tambang

Perpanjangan IUPK Freeport Indonesia Hingga Life Of Mine Picu Kritik Jatam Soal Lingkungan dan HAM Papua

Jumat, 13 Maret 2026 | 11:12 WIB
Aktivitas tambang PT Freeport Indonesia di Papua kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memperpanjang IUPK hingga masa cadangan mineral habis ditambang. (Dok. ptfi.co.id)

   

MINING 24 JAM - Seberapa besar manfaat ekonomi dari perpanjangan izin tambang Freeport bagi Indonesia dibandingkan risiko lingkungan yang ditimbulkan?

Mampukah pemerintah menyeimbangkan kepentingan investasi, keberlanjutan lingkungan, dan perlindungan masyarakat adat Papua?

Perpanjangan Izin Tambang Freeport Jadi Sorotan Kebijakan Strategis Pemerintah

Perpanjangan izin operasi PT Freeport Indonesia hingga masa life of mine menjadi perhatian publik karena menyangkut pengelolaan aset mineral bernilai tinggi.

Baca Juga: Populasi Gajah Terancam Punah, Pemerintah Perkuat Kebijakan Konservasi dan Perlindungan Habitat Alami

Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) melalui Koordinator Melky Nahar menilai kebijakan tersebut perlu dikaji ulang karena dinilai tidak berpihak pada kepentingan lingkungan.

Ia menyatakan keputusan strategis seperti ini seharusnya melibatkan evaluasi menyeluruh terhadap dampak sosial ekologis yang terjadi selama operasi tambang berlangsung.

Kritik Jatam Soal Risiko Ketergantungan Indonesia Pada Korporasi Tambang Global

Melky Nahar menyatakan kebijakan tersebut berpotensi memperkuat ketergantungan Indonesia terhadap korporasi tambang multinasional dalam pengelolaan mineral strategis nasional.

Baca Juga: Strategi Impor Minyak Jarak Jauh Indonesia untuk Menjaga Stabilitas Pasokan Energi dari Risiko Global

Menurut Melky Nahar selaku Koordinator Jatam, langkah tersebut dapat memperlemah posisi tawar Indonesia dalam negosiasi ekonomi global sektor pertambangan.

Ia juga menilai narasi investasi harus diimbangi komitmen kuat terhadap perlindungan masyarakat lokal dan keberlanjutan lingkungan hidup.

Tuntutan Audit Lingkungan dan Hak Masyarakat Adat Papua

Jatam meminta pemerintah melakukan audit independen terkait dampak lingkungan dan hak asasi manusia di wilayah operasi tambang Papua.

Baca Juga: Ancaman Siber Iran Terhadap Korporasi Teknologi Amerika Picu Kekhawatiran Keamanan Infrastruktur Digital

Melky Nahar menyebut pemulihan ekologis penting dilakukan untuk memastikan kerusakan lingkungan tidak menjadi beban generasi mendatang.

Ia juga menekankan perlunya perlindungan terhadap masyarakat adat yang bergantung pada ekosistem sekitar wilayah pertambangan.

Halaman:

Tags

Terkini