MINING 254 JAM - Mungkinkah Indonesia benar-benar menghentikan impor solar secara permanen setelah capaian swasembada energi 2026?
Apakah keberhasilan ini menjadi awal menuju kemandirian penuh BBM termasuk bensin dan avtur dalam beberapa tahun mendatang?
Pemerintah memastikan Indonesia memasuki fase baru ketahanan energi setelah mencatat surplus produksi solar nasional pada kuartal pertama 2026.
Baca Juga: Fakta Penyegelan 1.601 Hektare Lahan PIK 2 Oleh Satgas PKH dan Dampaknya Bagi Investasi Properti
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan capaian tersebut merupakan hasil konsistensi pembangunan kilang strategis nasional.
Produksi solar mencapai 43,94 juta kiloliter sementara konsumsi nasional sebesar 39,1 juta kiloliter sehingga tercipta surplus signifikan.
Kebijakan Zero Import Solar Jadi Momentum Kemandirian Energi Nasional Indonesia
Airlangga Hartarto menjelaskan peningkatan produksi domestik memungkinkan pemerintah mengurangi ketergantungan impor solar secara bertahap.
Kebijakan pengendalian impor memperkuat neraca perdagangan energi dan menjaga stabilitas pasokan domestik.
Langkah ini menjadi bagian strategi besar pemerintah mencapai kemandirian energi nasional berkelanjutan.
RDMP Balikpapan Jadi Simbol Modernisasi Industri Pengolahan Migas Nasional
Peresmian RDMP Balikpapan oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi simbol transformasi industri pengolahan migas nasional.
Kapasitas produksi yang meningkat memperlihatkan keseriusan pemerintah memperkuat sektor hilir energi nasional.
Modernisasi fasilitas kilang juga meningkatkan kualitas produk energi sesuai standar global.