energi

Pasokan Energi Dipantau Ketat Setelah Konflik Iran Piicu Ketidakpastian Distribusi Minyak Global

Rabu, 4 Maret 2026 | 07:59 WIB
Menteri ESDM Bahlil. Suasana rapat energi nasional di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta saat pemerintah mengevaluasi risiko pasokan minyak global akibat meningkatnya ketegangan geopolitik Timur Tengah. (Instagram.com @bahlillahadallia)

MINING 24 JAM - Apakah konflik Iran akan berdampak langsung pada harga energi dan biaya hidup masyarakat Indonesia dalam waktu dekat?

Mengapa pemerintah bergerak cepat menggelar rapat energi nasional ketika harga minyak dunia baru mulai menunjukkan kenaikan bertahap?

Konflik Iran Jadi Alarm Dini Stabilitas Ekonomi dan Energi

Pemerintah memandang konflik Iran sebagai sinyal awal potensi tekanan ekonomi akibat lonjakan harga minyak dunia.

Baca Juga: Didik J. Rachbini Ungkap Pesan Kebangsaan Try Sutrisno Tentang Demokrasi, Pancasila, dan Masa Depan Reformasi

Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas energi bersama Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin (02/03/2026).

Menurut Bahlil, pembahasan berfokus pada dampak geopolitik terhadap pasokan energi nasional mengingat Indonesia masih menjadi importir minyak.

Ia menyebut perubahan harga minyak global sudah mulai terlihat meskipun belum berdampak langsung pada harga domestik.

Baca Juga: Impor Pik Up 4x4 Dari India Tuai Kritik, Proyek Kopdes Merah Putih Dinilai Abaikan Industri Dalam Negeri

Pemerintah berupaya menjaga stabilitas ekonomi nasional melalui pengendalian risiko energi sejak tahap awal eskalasi konflik.

Lonjakan Harga Minyak Global Berpotensi Pengaruhi Inflasi Nasional

Harga minyak dunia memiliki hubungan langsung dengan inflasi karena memengaruhi biaya transportasi, logistik, serta produksi industri nasional.

Bahlil memastikan pemerintah masih mampu menjaga stabilitas subsidi energi sehingga masyarakat belum merasakan tekanan harga.

Baca Juga: Intervensi Cabai Lintas Pulau Jadi Solusi Cepat Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan Tahun 2026

Namun, ia mengingatkan bahwa eskalasi konflik berkepanjangan dapat menyebabkan koreksi harga energi global yang lebih signifikan.

Bank Indonesia sebelumnya menyebut volatilitas harga energi menjadi faktor utama risiko inflasi eksternal Indonesia sepanjang 2026.

Halaman:

Tags

Terkini